EARLY FROM EDUCATION AND GROWTH WITH EDUCATION

Rabu, 04 Juni 2008

Produksi

A. PENGERTIAN PRODUKSI
1. Pengertian sehari-hari: setiap usaha untuk menghasilkan barang yang nyata
2. Pengertian ekonomi: kegiatan yang berhubungan dengan usaha untuk menciptakan dan menembah daya guna sustu barang/ jasa

Beberapa istilah dalam produksi;
- Produksi : kegiatan menghasilakn barang/ jasa
- Produsen : orang/ kelompok yang memproduksi barang/ jasa
- Producers: orang/ kelompok yang melaksanakan kegiatan produksi untuk menghasilkan barang/ jasa
- Product: barang/ jasa yang dihasilkan melelui kegiatan proses produksi
- Produktifitas: Keadaan orang yang selalu menghasilkan barang/ jasa

B. TUJUAN PRODUKSI
1. Untuk menghasilkan barang/ jasa yang diperlukan masyarakat
2. Untuk memenuhi kebutuhan hidup pribadi dan masyarakat
3. Untuk memperoleh keuntungan
4. Mengganti barang yang rusakatau sudah tidaka sesuai dengan perkembanagan jaman
5. Untuk meningkatkan harkat, martabat dan taraf hidup manusia
6. Untuk menumbuhkan kesempatan dan keluasaan lapanagan kerja dan pendapatan masyarakat.
7. meningkatkan kemakmuran

C. FUNGSI PRODUKSI
1. Meningkatakan manfaat/ kegunaan barang atau jasa
2. Mmenuhi kebutuhan manusia yang semakin berkembang dan meningkat
3. Memanfaatkan sumber daya alam dan sumber daya manusia sebaik-baiknya untuk kepentingan umat manusia
4. Melestarikan dan memelihara sumber alam untuk mendukung lingkungan yang sehat dan nyaman tanpa kekwatiran bencana alam akibat perbuatan manusia.
5. Meningkatkna taraf hidup manusia yang semakin berkembang dengan laju pertumbuhan penduduk yang tinggi.

D. PRODUKSI MENURUT KEGIATANNYA
1. Produksi langsung : kegiatan produksi yang menggunakan faktor produksi alam dan tenaga kerja
2. Produksi tidak langsung : kegiatan produksi yang mengguanakan faktor produksi modal dan keahlian

E. LAPANGAN USAHA PRODUKSI
1. Tahap produksi primer: meliputi usaha ekstratif dan agraris seperti: pertambangan, pertanian, perikanan dan kehutanan
2. Tahapa produksi Sekunder: menghasilakn barang meliputi industri, kerajiann, kontruksi, dan bangunan
3. Tahap tersier: produksi yang tidak menghasilkan barang tetapi jasa yang membantu dalam proses produksi maupun dalam penyaluran barang, seperti: perdagangan, perbankan, asuransi.

F. BIDANG PRODUKSI
1. Bidang usaha Ekstratif: lapangan usaha yang kegiatannya mengambil dan mengolah hasil dari alam misalnya pertambangan, kehutanan, kelautan
2. Bidang Usaha Agraris: kegiatan produksi yang mengolah alam (tanah dan air) untuk memenuhi kebutuhan hidup manusia misalnya: perikanan, peternakan, pertanian
3. Bidang Usaha perdaganagn (perniagaan): kegitan usaha pembelian dan penjualan terhadap barang hasil produksi seperti: super market, toko
4. Bidang Usaha Industri/ Pabrik/ Perusahaan : lapangan usaha produksi mengolah bahan baku menjadi bahan mentah, bahan setengah jadi atau barang jadi, seperti: Pabrik pupuk sriwijaya,PT. Indofood
5. Bidang Usaha Jasa: kegiatan uasaha produksi yang memeberikan pelayanan kepada masyarakat. misalnya pernakan, perhotelan, Rumah Sakit

G. FAKTOR PRODUKSI
Faktor produksi merupakan sumber ekonomi yang terbatas/ langka.
Keterbatasan ini disebabkan:
1. Faktor produksi tidak mudah diadakan dan diperbaharui
2. Untuk mengdakan faktor produksi dipertlukan perencanaan dan pengorbanan ekonomis
3. Untuk dapat menggunakan dan menggerakakan faktor produksi diperlukan pengusaha yang bertanggung jawab terhadadp resiko
4. Faktor produksi sanagt menentukan dalam kegitan ekonomi

MACAM-MACAM FAKTOR PRODUKSI
1. Faktor produksi asli/ langsung
yaitu faktor produksi yang tidak dapat diperbaharui seperti alam dan manusia
a. ALAM : semua sumber daya alam yang dapat digunakan oleh manusia untuk memenuhi kebutuhan seperti: air, sianar matahari, tumbuh-tumbuhan, hewan, tambang dan tanah
b. TENAGA KERJA: semua kegitan manusia yang bermanfaat dalam proses produksi untuk menambah kemakmuran.
Tenaga kerja dapat dibedakan:
1) Tenaga kerja Terdidik (skill labour): tenaga kerja yang memperoleh pendidikan seperti guru, akuntan, dokter dsb
2) Tenaga Kerja Terlatih (Trained labour) : tenaga kerja yang memperoleh keahlian dari pengalaman dan latihan seperti: montir, supir dsb.
3) Tenaga kerja tidak terdidik dan tidak terlatih (Unskill and Untrained labour) : tenaga kerja yang tidak memerlukan pendidikan dan latihan khusus seperti: pesuruh, kuli, dsb

Tenaga kerja menurut sifatnya:
1)Tenaga kerja jasmaani: segala kegiatan jasmani yang me,mberikan sumbangan produktif pada manusia ( lebih mnegandalkan fisik)
2) Tenaga kerja Rohani: segala kegiatan pikiran yang memberikan sumbanagn produktif pada produksi .

2. Faktor produksi turunan/ tidak langsung
yaitu faktor produksi yang terbentuknya dari hasil kerja sama faktor produksi asli
a. Modal :setiap hasil kerja yang dapat digunkana untuk menghasilkan barang/ jasa dalam proses produksi lebih lanjut.
1) Modal menurut bentuknya/ wujudnya
a) Modal kongkrit/ nyata: modal yang dapat dilihat , contoh: tanah, gedung, uang dsb
b) Modal Abstrak: modal yang tidak dapat dilihat tetapi hasilnya bisa dirasakan, contoh: nama baik, ketrampilan, keahlian
2) Modal menurut pemakaiannya
a) Modal tetap : modal yang berupa barang-barang modal yang dapat digunakan lebih dari satu kali dalam proses produksi, contoh: tanah, mesin, alat
b) Modal Lancar : modal yang habis dalam satu kali pakai dalam proses produksi, contoh: bahan baku, bahan penolong, uang tunai ,dsb
3) Modal menurut pmilkikan dan penggunaannya
a) Modal perseoranagn/ individu : modal yang dimiliki seseorang dan hasilnya untuk kebutuhan pemilik, contoh; modal perseorangan
b) Modal bersama/ kolektif/ masyaratakat: modal yang berasal dari masyarakat dan menjadi milik masyarakat, hasilnya untuk kepentingan umum, contoh; jalan, jembatan, masjid, gereja, dsb.
4) Modal menurut asal/ sumber/ resiko
a) Modal sendiri : Modal yang berasal dari pemilik badan usaha sendiri yang ditanam untuk menjalankan kegiatannya, contoh: modal pemilik perusahaan perseorangan, simpanan pokok, simpanan wajib, dsb
b) Modal pinjaman/ asing: modal yang berasal darai pinjaman/ luar perusahaan, contoh: pinjaman dari lembaga keuangan, penjualan obligasi, penjualan saham, dsb
b. Keahlian pengusaha/ skill/ entrepreneur
yaitu kemampuan dan keahliuan seseorang untuk mengorganisisr dan mengelola suatu kegiatan nbadan usaha.
Macam-macam keahlian:
1) Managerial skill/ ahli memeimpin: keahlian untuk meminpin suatu kegiatan usaha dan mampu memenfaatkan kesempatan-kesempatan yang ada secara efektif
2) Technological skill/ ahli teknis: kemampuan teknis yang dimiliki untuk memimpin pelaksanaan suatu kegiatan
3) Organisational skill/ ahli organisasi: kemampuan untuk menggorganisasi berbagai kegiatan sehingga dapat terwujud suatu koordinasi yang baik dan mampu menggerakkan berbagai pihak yang terlibat dalam kegiatan tersebut.

H. TAHAP-TAHAP PROSES PRODUKSI
1. Tahap pengadaan: mengadakan barang konsumsi dan produksi
Barang konsumsi: barang/ jasa yang secara lansung ditujukan untuk memenuhi kebutuhan
Barang produksi: barang/ jasa yang tidak langsung untuk dikonsumsi tetapi digunakan sebagai sarana dalam memperlancar proses produksi.
2. Tahap pengolahan: Mengolah bahan mentah menjadi barang setengah jadi atau barang jadi
3. Tahap Pendistribusian: penyaluran hasil produksi dari produsen ke kkonsumen lain atau dari produsen ke konsumen
Kolom perusahaan: rangkaian tahap-tahap produksi dari produsen semula sampai ke tangan konsumen

I. PERLUASAN PRODUKSI
Hal-hal yang mendorong perluasan produksi:
1. Untuk mengimbangi jumlah pendududk yang semakin bertambah
2. Barang- barang yang telah digunakan dan rusak perlu diganti
3. Makin majunya dan peradapan manusia
4. Untuk meningkatkan kemakmuran rakyat.
5. Untuk memenuhi dunia modern
6. makin majunya hubungan dengan luar negeri

Cara Perluasan Produksi
1. Cara intensifikasi: cara menggunakan faktor-faktor produksi yang ada (alam ,tenaga kerja, modal, keahlian) seefektif mungkin sehingga produktifitas/ hasil yang diperoleh bertambah.
2. Cara Ekstensifikasi: cara menambah faktor-faktor produksi yang ada yaitu faktor alam,tenaga kerja, modalm, keahlian.
3. Diversifikasi/ penganekaragaman: cara memperluas usaha dengan menambah jenis produksi seperti: benang, kain, pakaian
4. Specialisasi: masing-masing orang, golongan, daerah yang menghasilakn barang-barang sesuai dengan lapangan usaha, bakat, keadaan daerah, iklim, dsb.

J. TEORI THOMAS ROBERT MALTHUS
Teori ini tentang pertambahan pendududk dan pertambahan produksi pangan dalam bukunya” ESSAY ON THE PRINCIPLES OF POPULATIONS” berpendapat bahwa jika tidak ada faktor-faktor yang merintangi tiap-tiap 25 tahun penduduk bertambah menurut deret ukur , sebaliknya bahan makanan bertambah menurut deret hitung.
Contoh: Pertambahan bahan makanan : 1, 2, 3, 4, 5, ,6 ,7,8, .......
Pertambhan jumlah penduduk : 1, 2, 4, 8, 16, 32, 64, 128,......
Kelemahan teori T.R. Malthus
1. Kurang memperhatikan kemungkinan perkembangan pengetahuan dan teknologi yang dapat meningkatkan produksi pangan berlimpah.
2. Bahan pangan tidak hanya dihasilikan oleh bidang pertanian saja tetapi dapat dihasilakn dengan menggunakan tenga mesin sehingga produksi dapat dilipat gandakan.
3. Kemajuan teknologi bidang kedokteran memungkinkan pertambahan penduduk dapat ditekan.
K. TEORI DAVID RICARDO (1772-1823)
Teori tentang pertambahan hasil produksi yang semakin berkurang ( Law of Diminishing Retuns) dalam bukunya “ THE PRINCIPLES OF POLITICAL ECONOM AND TAXATION “
Inti teori:
Bila salah dsatu faktor produksi ditambah tetapi faktor produksi lain tetap maka hasilnay akan bertambah pula tetapi belum tentu proporsional dan pada saat tertentu tambahan hasil semakin menurun.

Tidak ada komentar: