EARLY FROM EDUCATION AND GROWTH WITH EDUCATION

Sabtu, 11 Oktober 2008

EKONOMI PRAKLASIK

Zaman Praklasik
Ekonomi baru di akui sebagai ilmu yang bersiri sendiri setelah di susun secara sistematis oleh Adam Smith pada abad 18. Dalam kurun waktu abad 16-17 merupakan awal periode perintisan ilmu ekonomi.Dalam kurun waktu tersebut terdapat aliran merkantilis dan aliran fisiokratis.
1. Aliran Merkantilis
Pada abad 16 logam mulia berfungsi sebgai uang. Semakin banyak logam mulia yang tersedia maka makin makmurlah negara tersebut. Semua persediaan logam mulia di peroleh dari surplus perdagangan luar negeri. Paham (yang semua) seperti ini di sebut aliran merkantilis karena kaum yang berjasa adalah pedagang. Ada dua tokoh yang menjadi pelopor aliran ini, yaitu Thomas Mun ( 1571-1641 ), dan J. Colbert ( 1619-1683 ). Thomas Mun adalah seorang saudagar Inggris sedang Colbert adalah menteri ekonomi dalam pemerintahan raja Louis 16.
Akibat aliran merkantilis yang kurang baik antara lain adalah:
 Timbulnya “Saudagar Elite”
Di negara yang menganut aliran ini terdapat hubungan kerjasama antara pemerintah dengan pedagang. Para pedagang diberi berbagai macam faasilitas untuk meningkatkan produksi mereka. pemberian ini dikarenakan sebagian keuntungan pedangan di berikan kepada pemerintah. Diantaranya terdapat pedagang yang dapat mempengaruhi pemerintahan . akibatnya muncullah saudagar elite tersebut.
 Timbulnya negara jajahan
Untuk meningkatkan usahanya saudagar-saudagar tersebut membentuk organisasi dagang di luar negeri seperti VOC di belanda. Masing-masing mendapat hak monopoli perdagangan luar negeri di pemerintahannya. Perusahaan dagang negara merkantilis di negara lain mempunyai armada kapal yang kuat. Karena masing-masing memiliki armada kapal yang kuat maka riskan terjadi bentrok senjata, bentrokan senjata ini di pengaruhi untuk menguasai daerah yang bersangkutan.

2. Aliran fisiokrasi
Fisiokrasi berasal dari istilah Physis (fisika = ilmu alam) dan cratos (kekuasaan). Dalam ilmu ekonomi, fisiokrasi merupakan aliran yang berpendapat bahwa sumber kemakmuran berasal dari alam, terutama dari usaha pertanian. Aliran tersebut pertama-tama muncul di Prancis sebagai reaksi terhadap politik aliran merkantilis yang menganakemaskan kaum saudagar. Pelopor aliran fisiokrasi yang terkenal ialah Francois Quesnay dan Jacques Furgot.

a. Francois quesnay (1694-1774
F. Quesnay ialah seorang dokter kesehatan yang berjasa dalam pengembangan teknologi bedah. Karena kecerdasannya dia diangkat menjadi anggota Akademi Ilmu Pengetahuan di Paris. Sejak tahun 1750-an, quesnay banyak mencurahkan perhatian pada kehidupan ekonomi khususnya yang menyangkut masalah pertanian. Hasil studinya dituangkan dalam Tableau Economique (1758), yang intnya menguraikan secara jelas tentang “aliran Barang dan Uang dalam Masyarakat”.
Menurut Quesnay, bidang usaha pertanian dianggap sebagai satu-satunya usaha yang produktif, dalam arti dapat mendatangkan produksi neto (product net) atau nilai tambah. Sebab, usaha industri atau kerajinan hanya dianggap mengunah bentuk barang dan usaha perdagangan hanya menyalurkanbarang dari produsen kepada konsumen.
Sehubungan dengan pendapat di atas, Quesnay tidak setuju atas pemberian perlindungan berlebihan kepada industri dan perdagangan, misalnya, dalam bentuk hak monopoli, subsidi, atau kemudahan lain. Perlindungan semacam itu menyebabkan harga barang menjadi mahal. Semboyan quesnay dalam kehidupan ekonomi ialah laissez fair, laissez passer ( berikan kebebasan, semuanya akan berjalan sebagaimana mestinya ).
Menurut Quesnay, product net atau nilai tambah yang diperoleh dari usaha pertanian itulah yang dianggap dapat menambah kemakmuran. Yang dipersoalkan selanjutnya ialah bahwa sebagian besar dari nilai tambah tersebut bukan dinikmati oleh pengusaha pertanian atau buruh tani, melainkan oleh para tuan tanah. Keadaan semacam itu dianggap kurang adil.

b. jacques turgot (1721-1781)
J. Turgot ialah seorang ahli filsafat dan ekonomi yang menjabat Menteri Keuangan Prancis dalam pemerintahan Raja Louis XVI. Pemikirannya tentang ekonomi sejalan dengan F. Quesnay, bahwa sumber kemakmuran berasal dari alam terutama usaha bidang pertanian. Oleh karena itu, J. Turgot memberi dorongan agar usaha pertanian dapat ditingkatkan. Sumbangan pemikiran yang sangat berharga untuk pengembangan ilmu ekonomi tersebut antara lain, (1) teori pembentukan modal dan (2) hukum hasil lebih yang makin berkurang.


1. Teori pembentukan modal
Pada dasarnya teori Turgot selalu bertolak dari usaha pertanian. Nilai tambah yang hakikatnya merupakan awal dari pembentukan modal masyarakat. Nilai tambah tersebut terdiri atas laba pengusaha dan sewa tanah.
(1) Bagian laba yang diperoleh para pengusaha pertanian pada umumnya digunakan untuk menambah modal usaha guna meningkatkan produksi.
(2) Bagian sewa tanah yang diterima oleh pemilik tanah akan merupakan akumulasi modal yang dapat digunakan untuk membangun industri.

2. Teori hukum hasil lebih yang makin berkurang
Tambahan modal untuk meningkatkan usaha pertanian ada batasnya. Menurut pengamatan Turgot, jika di atas sebidang tanah pertanian terus menerus ditambahkan modal, mulai titik tertentu akan diperoleh hasil lebih yang makin berkurang. Gejala tersebut akhirnya dirumuskan menjadi the law of dimishing returns (hukum hasil lebih yang semakin menurun).

Tidak ada komentar: