Web Hosting

EARLY FROM EDUCATION AND GROWTH WITH EDUCATION

Tampilkan postingan dengan label Education. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Education. Tampilkan semua postingan

Jumat, 10 Juli 2009

Tujangan Sertifikasi

Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 Tentang Sistem Pendidikan Nasional dan Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen menyatakan bahwa guru sebagai pendidik merupakan tenaga profesional. Pengakuan kedudukan guru sebagai tenaga profesional dibuktikan dengan sertifikat profesi pendidik yang diperoleh melalui sertifikasi dan bagi guru yang telah mendapat sertifikat pendidik akan diberikan tunjangan profesi yang besarnya setara dengan satu kali gaji pokok.

Dalam Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen pasal 35 ayat (2) dinyatakan bahwa beban kerja guru mengajar sekurang-kurangnya 24 jam dan sebanyak-banyaknya 40 jam tatap muka per minggu. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 18 Tahun 2007 Tentang Sertifikasi Bagi Guru Dalam Jabatan mengamanatkan bahwa guru yang telah memperoleh sertifikat pendidik, nomor registrasi, dan telah memenuhi beban kerja mengajar minimal 24 jam tatap muka per minggu memperoleh tunjangan profesi sebesar satu kali gaji pokok. Tidak semua guru berada pada kondisi ideal dengan beban mengajar minimal 24 jam tatap muka per minggu . Oleh karena itu diperlukan suatu panduan penghitungan beban kerja bagi guru dalam pemenuhan wajib mengajar minimal 24 jam per minggu agar guru yang telah memiliki sertifikat pendidik memperoleh haknya, yaitu tunjangan profesi.

Terus bagaimana saya sudah dinyatakan lulus sertifikasi tetapi jam tatap muka saya dalam satu minggu kurang dari 24 ? keluhan seperti ini sering kita dengar bukan?

Jangan panik dulu mungkin sekolah Bapak/Ibu belum menggunakan pedoman penghitungan beban kerja guru yang dikeluarkan oleh PMPTK tahun 2008, sehingga pengertian tatap muka dianggap sama dengan jumlah jam kita mengajar dalam satu minggu, sehingga sulit dipenuhi apalagi sekolah Bapak/Ibu jenjang SMP atau SMA.

Di dalam pedoman penghitungan beban kerja guru diatur antara lain:

Uraian Tugas Guru

1. Merencanakan Pembelajaran

Kegiatan penyusunan RPP ini diperkirakan berlangsung selama 2 (dua) minggu atau 12 hari kerja. Kegiatan ini dapat diperhitungkan sebagai kegiatan tatap muka setara dengan ekuivalensi 2 jam per minggu

2. Melaksanakan Pembelajaran.

a. Kegiatan awal tatap muka dihitung ekuivalensi 2 jam per minggu

b. Kegiatan Tatap muka, yang sesuai jadwal pelajaran, tatap mukanya dikalikan dengan jumlah kelas yang diajar

c. Membuat resume dihitung ekuivalensi 2 jam per minggu

3. Menilai hasil pembelajaran

a. Penilaian dengan tes, tidak dianggap sebagai tatap muka

b. Penilaian non tes, berupa pengamatan dan pengukuran sikap dihitung ekuivalensi 2 jam per minggu (semua guru)

c. Penilaian tes berupa penilaian karya dihitung ekuivalensi 2 jam per minggu (Mata Pelajaran tertentu)

4. Membimbing dan melatih peserta didik pada kegiatan ekstrakurikuler dihitung ekuivalensi 2 jam per minggu

5. Tugas Tambahan guru:

a. Kepala sekolah dihitung ekuivalensi 18 jam per minggu

b. Wakasek, Kepala perpus, Kepala lab, Ketua jurusan program keahlian, kepala bengkel, pemimpin praktek kerja industri, kepala unit produksi dihitung ekuivalensi 12 jam per minggu.

Kalau masih kurang bisa menggunakan alternatif pemenuhan:

1. Mengajar pada sekolah lain

2. Melaksanakan team teaching yaitu satu kelompok belajar untuk satu mata pelajaran diampu oleh lebih satu orang guru

3. Melaksanakan pengayaan dan remidi khusus

Semoga tidak jadi semakin bingung, bila itu terjadi silahkan baca sendiri file aslinya

Baca selengkapnya..

Selasa, 05 Mei 2009

Jigsaw method

Jigsaw was developed and tested by Elliot Aronson and colleagues sejawatnya (Patnoe & Aronson, 1997). Using the Jigsaw, students in place to study in a heterogeneous team has five to six people. Many of the academic material presented to students in the form of text, and each student is responsible for learning a portion of the material.

For example, if the material is about tekstualnya Cooperative learning, a student in the team will be responsible to learn Stad, someone for Jigsaw, a Group for the Investigation (GI) (the investigation), and one or two other people will be the expert (expert) for basic research and the history of Cooperative learning. The members of the teams are different, but discuss the same topic (sometimes called expert group [group of experts]) met to learn and help each other in learning the topic. After the students return to the team and they teach something they have learned in the expert group to the other members in each team.

After a team meeting and discussion of origin, the students do the quiz individually to learn about the different materials.

Baca selengkapnya..

Metode Jigsaw

Jigsaw (pating begijig tapi ra iso...heheeh bercanda lho) dikembangkan dan diuji oleh Elliot Aronson dan rekan-rekan sejawatnya (Aronson & Patnoe, 1997). Menggunakan Jigsaw, siswa-siswa di tempatkan ke dalam tim belajar heterogen beranggota lima sampai enam orang. Berbagai materi akademis disajikan kepada siswa dalam bentuk teks, dan setiap siswa bertanggung jawab untuk mempelajari satu porsi materinya.

Sebagai contoh, bila materi tekstualnya adalah tentang cooperative learning, seorang siswa di tim akan bertanggung jawab untuk mempelajari STAD, seseorang untuk Jigsaw, seorang untuk Group Investigation (GI) (investigasi kelompok), dan satu atau dua orang lainnya akan menjadi ahli (expert) untuk dasar penelitian dan sejarah cooperative learning. Para anggota dari tim-tim yang berbeda, tetapi membicarakan topik yang sama (kadang-kadang disebut expert group [kelompok ahli]) bertemu untuk belajar dan saling membantu dalam mempelajari topik tersebut. Setelah itu siswa kembali ke tim asalnya dan mengajarkan sesuatu yang telah mereka pelajari dalam expert group kepada anggota-anggota lain di timnya masing-masing.

Setelah pertemuan dan diskusi tim asal, siswa mengerjakan kuis secara individual tentang berbagai materi belajar.

Baca selengkapnya..

Senin, 24 November 2008

Tekhnik Dasar Jarimatika

Untuk Tekhnik Dasar Jarimatika Mungkin Rumus Dibawah Ini Bisa Membantu
Teknik Jarimatika

1)Penjumlahan dan Pengurangan

Tangan Kanan sebagai satuan dan tangan kiri sebagai puluhan.

Tangan Kanan:
- Telunjuk dibuka = 1
- (Telunjuk + Jari Tengah) dibuka = 2
- (Telunjuk + Jari Tengah + Jari manis) dibuka = 3
- (Telunjuk + Jari Tengah + Jari manis + Kelingking) dibuka = 4
- (Telunjuk + Jari Tengah + Jari manis + Kelingking) ditutup + Jempol dibuka = 5
- (Jempol + Telunjuk) dibuka = 6
- (Jempol + Telunjuk + Jari Tengah) dibuka = 7
- (Jempol + Telunjuk + Jari Tengah + Jari Manis) dibuka = 8
- (Jempol + Telunjuk + Jari Tengah + Jari Manis + Kelingking) dibuka = 9

Tangan Kiri:
- Telunjuk dibuka = 10
- (Telunjuk + Jari Tengah) dibuka = 20
- (Telunjuk + Jari Tengah + Jari manis) dibuka = 30
- (Telunjuk + Jari Tengah + Jari manis + Kelingking) dibuka = 40
- (Telunjuk + Jari Tengah + Jari manis + Kelingking) ditutup + Jempol dibuka = 50
- (Jempol + Telunjuk) dibuka = 60
- (Jempol + Telunjuk + Jari Tengah) dibuka = 70
- (Jempol + Telunjuk + Jari Tengah + Jari Manis) dibuka = 80
- (Jempol + Telunjuk + Jari Tengah + Jari Manis + Kelingking) dibuka = 90

sumber:http://putrinet.wordpress.com/jarimatika/

Baca selengkapnya..

Jari + aritmatika

Jarimatika (singkatan dari jari dan aritmatika) adalah metode berhitung dengan menggunakan jari tangan.Metode ini ditemukan oleh Ibu Septi Peni Wulandani.
Meski hanya menggunakan jari tangan, tapi dengan metode jarimatika kita mampu melakukan operasi bilangan KaBaTaKu (Kali Bagi Tambah Kurang) sampai dengan ribuan (atau mungkin lebih?)

Metode ini sangat mudah diterima anak. Mempelajarinya pun sangat mengasyikkan, karena jarimatika tidak membebani memori otak dan “alat”nya selalu tersedia. Bahkan saat ujian kita tidak perlu khawatir “alat”nya akan disita atau ketinggalan karena alatnya adalah jari tangan kita sendiri.

Sebagai gambaran: dalam Jarimatika tangan kanan digunakan untuk satuan dan tangan kiri digunakan puluhan dan ratusan.

Angka 1 diwakili oleh jari telunjuk, 2 diwakili jari telunjuk dan jari tengah demikian seterusnya sampai 4 ditunjukkan ketika jari telunjuk sampai kelingking terbuka.
Angka 5 diwakili oleh jempol saja. Lalu 6 ditunjukkan dengan jempol dan telunjuk, demikian seterusnya hingga angka 9 ditunjukkan jika semua jari tangan kanan terbuka.

Contoh : 1 + 5 + 3 - 2 = 7
1 (buka jari telunjuk)
+5 (buka jempol)
+3 (buka jari tengah, jari manis, kelingking)
-2 (tutup jari kelingking dan jari manis)

sampai disini kita akan mendapati jempol, jari telunjuk dan jari tengah terbuka dan ini menunjukkan angka 7.
Jika sudah terbiasa, maka dengan sendirinya jari-jari akan bergerak dengan lincah.

Metode Jarimatika ini bisa digunakan untuk operasi penjumlahan dan pengurangan sampai dengan 9999 dan untuk operasi perkalian/pembagian 2-3 digit (atau bahkan lebih)?

Untuk informasi selengkapnya mengenai jarimatika ini dapat menghubungi alamat di bawah ini:

www.jarimatika.com

Baca selengkapnya..

Jarimatika

Penerapan pada anak
Dimulai pada usia 3 tahun untuk pengenalan konsep sampai usia 12 tahun Jarimatika ini ada 4 level, masing-masing ditempuh 3 bulan. Setelah selesai lulusan Jarimatika akan masuk ke “Fun Mathematic Club” yang akan mengupas matematika secara mudah dan menyenangkan, sesuai materi di sekolahnya bahkan direncanakan sampai materi SMA.

Penggunaan metode
Dibandingkan dengan metode lain, metode “Jarimatika” lebih menekankan pada penguasaan konsep terlebih dahulu baru ke cara cepatnya, sehingga anak-anak menguasai ilmu secara matang. Selain itu metode ini disampaikan secara fun, sehingga anak-anak akan merasa senang dan gampang bagaikan “tamasya belajar”.

Keistimewaan

Memberikan visualisasi proses berhitung
Menggembirakan anak saat digunakan
Tidak memberatkan memori otak
Alatnya gratis, selalu terbawa dan tidak dapat disita
Pengaruh daya pikir dan psikologis
Karena diberikan secara menyenangkan maka sistem limbik di otak anak akan senantiasa terbuka sehingga memudahkan anak dalam menerima materi baru.
Membiasakan anak mengembangkan otak kanan dan kirinya, baik secara motorik maupun secara fungsional, sehingga otak bekerja lebih optimal.
Tidak memberatkan memori otak, sehingga anak menganggap mudah, dan ini merupakan step awal membangun rasa percaya dirinya untuk lebih jauh menguasai ilmu matematika secara luas.

Pengaruh daya pikir dan psikologis

Karena diberikan secara menyenangkan maka sistem limbik di otak anak akan senantiasa terbuka sehingga memudahkan anak dalam menerima materi baru.

Membiasakan anak mengembangkan otak kanan dan kirinya, baik secara motorik maupun secara fungsional, sehingga otak bekerja lebih optimal.

Tidak memberatkan memori otak, sehingga anak menganggap mudah, dan ini merupakan step awal membangun rasa percaya dirinya untuk lebih jauh menguasai ilmu matematika secara luas.
Sumber:http://www.Jarimatika.com

Baca selengkapnya..

Kamis, 13 November 2008

Mencintai Matematika .......kasih dah

Absolutely amazing! Beauty of Mathematics !!!! .

1 x 8 + 1 = 9
12 x 8 + 2 = 98
123 x 8 + 3 = 987
1234 x 8 + 4 = 9876
12345 x 8 + 5 = 98765
123456 x 8 + 6 = 987654
1234567 x 8 + 7 = 9876543
12345678 x 8 + 8 = 98765432
123456789 x 8 + 9 = 987654321

.
1 x 9 + 2 = 11
12 x 9 + 3 = 111
123 x 9 + 4 = 1111
1234 x 9 + 5 = 11111
12345 x 9 + 6 = 111111
123456 x 9 + 7 = 1111111
1234567 x 9 + 8 = 11111111
12345678 x 9 + 9 = 111111111
123456789 x 9 +10= 1111111111
.
9 x 9 + 7 = 88
98 x 9 + 6 = 888
987 x 9 + 5 = 8888
9876 x 9 + 4 = 88888
98765 x 9 + 3 = 888888
987654 x 9 + 2 = 8888888
9876543 x 9 + 1 = 88888888
98765432 x 9 + 0 = 888888888
.
Brilliant, isn't it?
.
And look at this symmetry:
.
1 x 1 = 1
11 x 11 = 121
111 x 111 = 12321
1111 x 1111 = 1234321
11111 x 11111 = 123454321
111111 x 111111 = 12345654321
1111111 x 1111111 = 1234567654321
11111111 x 11111111 = 123456787654321
111111111 x 111111111 = 12345678987654321
.
Now, take a look at this...
.
101%
.
From a strictly mathematical viewpoint:
.
What Equals 100%?
What does it mean to give MORE than 100%?
.
Ever wonder about those people who say they are giving more than 100%?
.
We have all been in situations where someone wants you to
GIVE OVER 100%.
.
How about ACHIEVING 101%?
.
What equals 100% in life?
.
Here's a little mathematical formula that might help
answer these questions:
.
If:
.
A B C D E F G H I J K L M N O P Q R S T U V W X Y Z
.
Is represented as:
.
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26.
.
If:
.
H-A-R-D-W-O- R- K
.
8+1+18+4+23+ 15+18+11 = 98%
.
And:
.
K-N-O-W-L-E- D-G-E
.
11+14+15+23+ 12+5+4+7+ 5 = 96%
.
But:
.
A-T-T-I-T-U- D-E
.
1+20+20+9+20+ 21+4+5 = 100%
.
THEN, look how far the love of God will take you:
.
L-O-V-E-O-F- G-O-D
.
12+15+22+5+15+ 6+7+15+4 = 101%
.
Therefore, one can conclude with mathematical certainty that:
.
While Hard Work and Knowledge will get you close, and Attitude will
get you there, It's the Love of God that will put you over the top!
.
It's up to you if you share this with your friends & loved ones just
the way I did..
.
Have a nice day & God bless!!
Silahkan Memanen angka ajaib lebih lengkap

Baca selengkapnya..

Rabu, 05 November 2008

LEMBAR KERJA SISWA DAN RENCANA PEMBELAJARAN

Pada awalnya LKS dikembangkan dalam mata pelajaran IPA. Para guru yang telah memahami penggunaan peralatan laboratorium terdorong untuk menciptakan sarana yang membantu para siswa untuk belajar melalui setangkaian percobaan di laboratorium. Sarana tersebut berupa Lembar Kegiatan Siswa. Jadi, Lembar Kegiatan Siswa (LKS) sebagai suatu sarana untuk menuntun siswa dalam belajar melalui serangkaian kegiatan percobaan di laboratorium. Dalam LKS ini berisi petunjuk bagaimana cara menggunakan peralatan labortorium dan pentahapan lagi atau yang harus dilakukan berdasarkan tugas-tugas yang telah dirancang, membuat laporan hasil kegiatan dan cara merawat serta menyimpan kembali peralatan yang telah selesai dipakai.
LKS ini besar sekali manfaatnya bagi siswa. Oleh sebab itu mata pelajaran di luar IPA berupaya untuk meniru dan mengembangkannya, tetapi bukan dalam artian Lembar Kegiatan Siswa melainkan Lembar Kerja Siswa. silahkan di ambil

Baca selengkapnya..

Selasa, 14 Oktober 2008

Lomba MAding De Britto 2008

Tema:
Kebebasan Universal yang Humanis

Mading dalam 2 bahasa: bahasa Indonesia & bahasa Inggris
Pendaftaran: Mulai tanggal 15 – 23 Oktober 2008
Bahan mading disediakan pihak panitia

Tempat pendaftaran : Kantor Guru
• Mading bahasa Indonesia : Bpk. Ant. Didik K.
• Mading bahasa Inggris : Bpk. Andreas Denny S.
Syarat pendaftaran:
• Mengisi formulir pendaftaran
• Menyerahkan daftar rubrik atau kolom yang akan ditampilkan
dalam lomba mading

Syarat teknis:
• Isi mading tidak diperkenankan berbau “sara” dan “saru”
• Menampilkan karya hasil kreativitasnya 2 mading: 1 mading berbahasa Indonesia dan 1 mading berbahasa Inggris
• Karya adalah ciptaan sendiri yang belum pernah dipublikasikan dan tidak diperbolehkan menjiplak (plagiat), kecuali mencantumkan daftar pustaka sesuai dengan etika penulisan ilmiah
• Ukuran dan bentuk mading bebas.

Technical meeting: 24 Oktober di Ruang AVI
Peserta minimal mengirimkan 2 siswa perwakilan

Pelaksanaan lomba: Sabtu, 25 Oktober 2008 s.d. Minggu, 26 Oktober 2008
Tempat lomba: Lorong kelas X – XII

Pengumuman hasil lomba dan penyerahan hadiah:
Minggu, 26 Oktober 2008 (setelah acara EDUFAIR selesai)
Tim Juri:
1. Rm. J. Praptadihardja, SJ., M.Hum. (Dosen USD)
2. Ibu Th. Indriati, S.Pd. (Guru Bahasa Inggris SMA Stella Duce I)

download poster mading

Baca selengkapnya..

De Britto Education Fair 2008

PhotobucketA. Dasar Pemikiran
Salah satu tujuan pendidikan di Sekolah Menengah Atas (SMA) adalah menghantarkan siswa agar mampu melanjutkan pendidikannya ke Perguruan Tinggi (PT). Untuk itu, memberi bekal pengetahuan, informasi, kemandirian, dan nilai-nilai hidup adalah pilihan yang tidak dapat ditawar-tawar.

SMA Kolese De Britto selalu mengupayakan agar siswa dapat menentukan pilihan pendidikan lanjut dengan dasar berpikir yang jelas, terarah, kontekstual, dan dewasa. Pengalaman selama ini, informasi-informasi PT baik tentang jurusan, strategi belajar, dan kekhasan PT selalu diberikan secara parsial di luar kegiatan belajar mengajar pagi hari. Orientasi studi lanjut siswa pun sangat bervariasi baik ke PT negeri maupun swasta, dalam dan luar negeri. Secara khusus, selama ini SMA Kolese De Britto juga menjalin kerjasama dengan beberapa PT untuk menyelenggarakan tes/seleksi masuk PT di sekolah. Tes/seleksi ini umumnya tidak hanya diikuti oleh siswa-siswa SMA Kolese De Britto tetapi juga siswa-siswi dari SMA lain di DIY bahkan luar kota.

Terdorong oleh keinginan untuk memberikan informasi yang utuh dan mendalam, sekaligus untuk memberi kesempatan PT-PT atau lembaga-lembaga perwakilan asing yang belum berkesempatan memberikan presentasi, maka kegiatan ini dibuat.

Informasi yang jelas, jujur, dan terbuka lembaga pendidikan tinggi, baik negeri maupun swasta; dalam maupun luar negeri serta perwakilan lembaga pendidikan asing akan sangat membantu para siswa dalam menentukan pilihan yang tepat. Informasi ini tentu juga akan bermanfaat bagi siswa-siswa yang masih duduk di kelas X maupun XI karena mereka pun akan menentukan pilihan untuk studi lanjut di kemudian hari. Pun orang tua sebagai pendidik yang utama tentu akan memperoleh informasi yang akurat dalam mendukung pengembangan bakat dan minat putra-putranya.

Yogyakarta adalah kota pelajar. Kegiatan ini juga akan diinformasikan ke SMA/SMK lain yang sangat banyak di kota ini. Sehingga di sisi lain, kegiatan ini juga akan menjadi sarana yang baik untuk mengenalkan lembaga-lembaga pendidikan tinggi dan pihak-pihak lain yang ingin mendukung dan terlibat/berpartisipasi dalam kegiatan ini.

B. Bentuk Kegiatan

Untuk mendukung pemikiran di atas digagas kegiatan dalam bentuk pameran pendidikan yang selanjutnya disebut dengan ”De Britto Education Fair 2008”. Kegiatan ini secara spesifik diwujudkan dalam:

1. Informasi Jurusan Perguruan Tinggi dan Peluang Kerjanya

2. Pameran Pendidikan Tinggi

Untuk mendukung kegiatan ini, dalam waktu yang sama akan diselenggarakan:

1. Bazar Buku

2. Bazar makanan/minuman

3. Pentas Musik

4. Pameran Majalah Dinding.
















C. Tema Kegiatan
Tema dari kegiatan ini adalah “A Gateway to Bright Future”. Diharapkan tema ini menjadi spirit bagi siswa-siswi yang terlibat dalam kegiatan ini.

D. Tujuan Kegiatan

Kegiatan ini bertujuan untuk

1. Agar siswa-siswa kelas XII SMA Kolese De Britto memperoleh gambaran yang jelas tentang jurusan-jurusan di PT, peluang kerjanya, dan strategi-strategi belajar di PT.

2. Agar siswa-siswa SMA Kolese De Britto dan siswa-siswi sekolah lain memperoleh informasi yang jelas, jujur, dan terbuka dari berbagai macam PT baik negeri-swasta, dalam maupun luar negeri, serta perwakilan lembaga pendidikan asing.

3. Agar siswa-siswa SMA Kolese De Britto dan siswa-siswi sekolah lain memperoleh informasi strategi belajar di PT melalui buku-buku referensi.

E. Lingkup Kegiatan

Lingkup kegiatan ini dapat dipaparkan sebagai berikut:

1. Informasi tentang jurusan dan strategi belajar di PT berikut peluang kerjanya akan disampaikan oleh nara sumber-nara sumber yang ditunjuk dan dipilih, sharing alumni De Britto yang masih kuliah sesuai dengan jurusannya dan hanya diperuntukkan siswa kelas XII SMA Kolese De Britto secara intern.

2. Informasi dalam Education Fair ditekankan pada bidang studi yang ditawarkan, spesialisasi dan kekhasannya, persyaratan pendaftaran, lama dan biaya studi, juga status akreditasinya. Bentuk Education Fair dapat dilakukan dengan pemberian brosur/prospektus, konsultasi pendidikan, demonstrasi/peragaan alat, dan presentasi dengan jadwal yang sudah disusun.

3. PT/lembaga perwakilan PT asing yang direncakan terlibat dalam kegiatan ini adalah PT negeri/swasta di Yogyakarta, Solo, Semarang, Salatiga, Surabaya, Jakarta – Bogor – Depok – Tangerang - Bekasi (Jabodetabek), dan Bandung (kurang lebih 40 PT/perwakilan PT asing)

4. Education Fair terbuka untuk umum dan akan diinformasikan ke berbagai SMA/SMK se DIY, dan disebarluaskan lewat pamlet, spanduk, media massa baik koran, radio, maupun televisi

5. Bazar buku diperuntukkan bagi lembaga penerbitan yang memiliki referensi tentang strategi belajar di PT dan pendidikan secara umum

6. Bazar makanan/minuman terbuka untuk umum. Diperuntukkan bagi semua pengunjung dan peserta Education Fair, dalam rangka mememenuhi kenyamanan dalam mengunjungi stand-stand pameran

7. Pentas Musik dengan menampilkan band seleksi siswa SMA De Britto, beberapa band SMA di Yogyakarta, dan direncanakan pula mengundang Band ternama, dalam rangka menjaring pengunjung sebanyak-banyaknya.

8. Pameran Majalah Dinding diperuntukkan bagi semua kelas SMA De Britto. Selain untuk mengembangkan bakat siswa, pameran ini juga dimaksudkan untuk menarik pengunjung di luar De Britto.

9. Bazar Tanaman Hias terbuka untuk umum dan bertujuan menarik pengunjung, khususnya kalangan orangtua siswa.



















F. Waktu dan Tempat Penyelenggaraan

1. Informasi jurusan dan peluang kerja

Hari/tanggal : Kamis, 23 Oktober 2008 (intern)



Sabtu, 25-Minggu, 26 Oktober 2008 (umum)

Tempat : Aula SMA Kolese De Britto

Waktu : Pukul 09.00 WIB - selesai.

Bentuk : Ceramah & Sharing

Pemateri : Nara sumber yang ditunjuk

Alumni dari berbagai PT dan disiplin ilmu.

Lingkup : Siswa kelas XII (intern) dan umum

2. Education Fair

Hari/tanggal : Sabtu, 25 s/d Minggu, 26 Oktober 2008

Waktu : Sabtu, Pukul 09.00 – 20.00 WIB

Minggu, Pukul 08.30-18.30 WIB

Tempat : Ruang kelas dan aula SMA De Britto

Peserta : PTN/PTS/Perwakilan lembaga pendidikan asing

(kurang lebih 40 PT)

Lingkup : terbuka untuk umum (SMA/SMK + 50 sekolah)

Selama Education Fair akan diselenggakan presentasi PT dengan tempat dan jadwal yang telah ditentukan.

3. Bazar Buku

Diadakan selama Education Fair dan bertempat di Aula, dengan target peserta kurang lebih 10 penerbit.

4. Bazar Makanan/Minuman

Diadakan selama Education Fair, bertempat di kantin dan halaman sekolah.

5. Pentas Musik

Hari/tanggal : Sabtu, 25 Oktober 2008





















Tempat : Panggung Terbuka SMA De Britto
Peserta : Band Siswa SMA De Britto, beberapa Band SMA di Yogyakarta, Band bintang tamu
Lingkup : terbuka untuk umum
6. Pameran Majalah Dinding

Diadakan selama Education Fair, bertempat di depan kelas X, XI IPS dan Bahasa. Peserta adalah siswa SMA De Britto sebanyak 46 mading.

7. Bazar Tanaman Hias

Diadakan selama Education Fair, bertempat di tepi lapangan sepak bola, sebanyak 10 stand, dan diperuntukkan untuk umum.

G. Sasaran Pengunjung

Sasaran pengunjung Education Fair ini adalah

1. Siswa-siswa SMA Kolese De Britto berjumlah 708 orang

2. Siswa-siswi SMA/SMK di DIY (kurang lebih 50 sekolah)

Antara lain: SMAN 1, SMAN 2, SMAN 3, SMAN 4, SMAN 6, SMAN 8, SMAN 9, SMAN 10, SMAN Babarsari, SMAN Depok, SMAN Kalasan, SMAN 1 Sleman, SMAN Pakem, SMAN Bantul, SMAN Godean, SMAN Wates, SMAN Wonosari, SMA Stella Duce 1, SMA Stella Duce 2, SMA BOPKRI 1, SMA BOPKRI 2, SMA Muhamadiyah 1, SMA Muhamadiyah 2, SMA GAMA, SMA Colombo, SMA St. Thomas, SMA Sang Timur, SMA Pangudi Luhur Yogyakarta, SMA Santa Maria, SMA Marsudi Luhur, SMA Angkasa, SMA PIRI 1, PIRI 2, SMKN 1, SMKN 2, SMK Tamansiswa, STM Pembangunan, dll.

3. Orang tua siswa yang berminat

H. Persyaratan Peserta Pameran

1. Peserta mengisi formulir pendaftaran dan membayar administrasi pembayaran pada formulir yang disediakan (formulir terlampir dan denah Stand pameran terlampir)

2. Pemilihan tempat berdasarkan prioritas waktu konfirmasi pendaftar.

3. Peserta diharapkan melakukan konseling dalam lingkungan stand, dan memberikan brosur kepada pengunjung.

4. Biaya peserta pameran Rp. 2.000,000,00 selama 2 hari 25-26 Oktober 2008.

5. Biaya Presentasi sesuai pilihan ruangan sebagai berikut:





















Untuk ruang rapat (AC, LCD (Viewer), OHP, Mic, kapasitas peserta 60 orang). Biaya Presentasi Rp. 250.000,00 untuk durasi waktu 60 menit.


Untuk Ruang Perpustakaan (Layar, Viewer (LCD), sound, Mic, OHP, kapasitas peserta 40 orang). Biaya presentasi Rp. 200.000,00 untuk durasi waktu 60 menit.


Jadwal diatur oleh panitia.


6. Peserta yang akan membawa alat sendiri mohon konfirmasi dengan panitia.

I. Jadwal Presentasi


a. Di ruang Rapat



Sesi




Hari/Tanggal



Waktu




1



Sabtu, 25 Oktober 2008



11.00 - 12.00




2



12.15 - 13.15




3



13.30 - 14.30




4



14.45 - 15.45




5



16.00 - 17.00




6



17.15 - 18.15




7



Minggu, 26 Oktober 2008



09.30 - 10.30




8



10.45 -11.45




9



12.00 - 13.00




10



13.15 - 14.15




11



14.30 - 15.30




12



15.45 - 16.45




13



17.00 - 18.00







b. Di ruang Perpustakaan







Sesi



Hari/Tanggal



Waktu




1



Sabtu, 25 Oktober 2008



10.30 - 11.30




2



11.45 - 12.45




3



13.00 - 14.00




4



14.15 - 15.15




5



15.30 - 16.30




6



16.45 - 17.45




7



Minggu, 26 Oktober 2008



10.00 - 11.00




8



11.15 -12.15




9



12.30 - 13.30




10



13.45 - 14.45




11



15.00 - 16.00




12



16.15 - 17.15




13



17.30 - 18.30










J. Fasilitas Yang Disediakan Bagi Peserta


1. Stand Ukuran 3,5 m x 4 m (menggunakan ruang kelas ada 11 kelas yang digunakan, 6 buah kursi, 8 meja, dan listrik, 1 kelas diisi dua stand )

2. Stand ukuran 3 m x 3 m ( menggunakan ruang aula )

Masing masing stand akan mendapatkan :

a) 6 buah kursi dan 8 meja ukuran 70 x 50 cm









b) Listrik

3. Pemasangan spanduk







Peserta ijinkan memasang 1 spanduk dan banner di dalam ruang stand masing-masing tanpa mengganggu pengunjung dan peserta (stand lain )




4. Konsumsi (masing-masing stand 2 penjaga):




a) Hari Sabtu: Makan siang dan makan malam, snack 2 kali




b) Hari Minggu: Makan siang dan malam, snack 2 kali




K. Penutup

Siswa adalah subjek pendidikan. Demikian juga kegiatan ini direncanakan dan diselenggarakan semata-mata untuk siswa. Dengan kegiatan ini diharapkan siswa-siswi di SMA/SMK di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) pada umumnya, dan siswa-siswa SMA Kolese De Britto pada khususnya memperoleh bekal pengalaman, informasi yang lengkap, jujur, dan terbuka untuk menentukan pilihan kelanjutan pendidikannya.

Bulan Oktober sampai Januari adalah bulan-bulan yang sungguh tepat untuk membekali siswa dengan informasi tentang pendidikan tinggi. Semakin banyak informasi ttdyang didapatkan tentu akan memperluas kesempatan siswa untuk memilih. Semoga tema yang dipilih sungguh menjadi ispirasi bagi siswa untuk mulai memikirkan kelanjutan pendidikannya. “ A Gateway to Bright Future”.

Lingkup kegiatan ini cukup besar, dengan target 10.000 pengunjung. Untuk itu, kesempatan ini juga bisa dioptimalkan oleh berbagai pihak untuk mendukung kegiatan ini. Dukungan dari banyak pihak tentulah akan membawa kegiatan ini sampai pada tujuan yang diharapkan. Semoga!

Yogyakarta, 3 September 2008


Panitia De Britto Education Fair 2008
download proposal

Baca selengkapnya..

Rabu, 07 Mei 2008

Pedoman Sertifikasi Guru 2007

Undang-Undang RI Nomor 20 Tahun 2003, Undang-Undang RI Nomor 14 Tahun 2005 dan Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 mengamanatkan bahwa guru wajib memiliki kualifikasi akademik, kompetensi, sertifikat pendidik, sehat jasmani dan rohani, serta memiliki kemampuan untuk mewujudkan tujuan pendidikan nasional. Persyaratan kualifikasi akademik guru adalah S1/D-IV yang dibuktikan dengan ijazah sesuai dengan jenis, jenjang, dan satuan pendidikan formal di tempat penugasan. Persyaratan kompetensi guru mencakup penguasaan kompetensi pedagogik, profesional, kepribadian, dan sosial yang dibuktikan dengan sertifikat pendidik yang diperoleh melalui sertifikasi.
Sertifikasi adalah proses pemberian sertifikat pendidik untuk guru. Sertifikasi bagi guru dalam jabatan dilakukan oleh Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan (LPTK) yang terakreditasi dan ditetapkan pemerintah. Pelaksanaan sertifikasi bagi guru dalam jabatan ini sesuai dengan Peraturan Menteri Pendidkan Nasional Nomor 18 Tahun 2007, yakni dilakukan dalam bentuk portofolio.
Secara garis besar panduan sertifikasi guru ini berisi rasional dan dasar hukum, prosedur pelaksanaan sertifikasi guru, dan kegiatan guru dalam sertifikasi. Pedoman ini diharapkan dapat digunakan sebagai panduan bagi guru dalam mengikuti sertifikasi guru dalam jabatan pada tahun 2007.

Pemenuhan persyaratan kualifikasi akademik minimal S1/D-IV dibuktikan dengan ijazah dan pemenuhan persyaratan relevansi mengacu pada jejang pendidikan yang dimiliki dan mata pelajaran yang dibina. Misalnya, guru SD dipersyaratkan lulusan S1/D-IV jurusan/program studi PGSD/Psikologi/Pendidikan lainnya, sedangkan guru Matematika di SMP/MTs/SMPLB, SMA/MA/SMALB, dan SMK/MAK dipersyaratkan lulusan S1/D-IV jurusan/program Pendidikan Matematika atau program studi Matematika yang memiliki Akta IV. Pemenuhan persyaratan penguasaan kompetensi sebagai agen pembelajaran yang meliputi kompetensi pedagogik, kompetensi kepribadian, kompetensi sosial, dan kompetensi profesional dibuktikan dengan sertifikat pendidik.
Sertifikasi guru sebagai upaya peningkatan mutu guru yang dibarengi dengan peningkatan kesejahteraan guru, diharapkan dapat meningkatkan mutu pembelajaran dan mutu pendidikan di Indonesia secara berkelanjutan. Bentuk peningkatan kesejahteraan guru berupa pemberian tunjangan profesi sebesar satu kali gaji pokok bagi guru yang memiliki sertifikat pendidik. Tunjangan tersebut berlaku, baik bagi guru yang berstatus pegawai negeri sipil (PNS) maupun bagi guru yang berstatus non-pegawai negeri sipil (swasta).
Di beberapa negara, sertifikasi guru telah diberlakukan secara ketat, misalnya di Amerika Serikat, Inggris dan Australia. Sementara itu, di Denmark baru mulai dirintis dengan sungguh-sungguh sejak 2003. Di samping itu, ada beberapa negara yang tidak melakukan sertifikasi guru, tetapi melakukan kendali mutu dengan mengontrol secara ketat terhadap proses pendidikan dan kelulusan di lembaga penghasil guru, misalnya di Korea Selatan dan Singapura. Namun semua itu mengarah pada tujuan yang sama, yaitu berupaya agar dihasilkan guru yang bermutu.
Pelaksanaan kegiatan setifikasi guru dalam jabatan akan melibatkan banyak instansi yang terkait, pada tahun 2007 ini baru yang pertama kali diselenggarakan di Indonesia, dan guru peserta sertifikasi dituntut untuk memenuhi berbagai hal persyaratan yang ditetapkan; maka diperlukan Pedoman Sertifikasi bagi Guru dalam Jabatan.

B.Dasar Hukum
Sertifikasi bagi guru dalam jabatan sebagai upaya meningkatkan profesionalisme guru dan meningkatkan mutu layanan dan hasil pendidikan di Indonesia, diselenggarakan berdasarkan landasan hukum sebagai berikut.
1.Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional.
2.Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen.
3.Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan.
4.Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 16 Tahun 2005 tentang Standar Kualifikasi dan Kompetensi Pendidik.
5.Fatwa/Pendapat Hukum Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Nomor I.UM.01.02-253.
6.Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 18 Tahun 2007 tentang Sertifikasi bagi Guru dalam Jabatan.

C.Tujuan
Pedoman sertifikasi guru ini bertujuan untuk memberikan panduan bagi guru dalam mengikuti sertifikasi sehingga guru terfasilitasi dalam mempersiapkan, mengkompilasi dan mengemasan, serta menyerahkan dokumen sertifikasi sesuai dengan rambu-rambu dan mekanisme yang telah ditentukan.

D.Sasaran
Pedoman ini diperuntukkan bagi guru dalam jabatan peserta sertifikasi, baik bagi guru yang berstatus PNS maupun non-PNS pada tahun 2007.

Pedoman Sertifikasi Guru2007

Baca selengkapnya..

Kamis, 10 April 2008

RUU BHP

Pengelolaan pendidikan secara formal bagi dunia pendidikan akan dituangkan dalam RUU Badan Hukum Pendidikan. apa dan bagaimana itu badan hukum pendidikan kita simak bersama dalam RANCANGAN UNDANG UNDANG BADAN HUKUM PENDIDIKAN

Baca selengkapnya..

Minggu, 30 Maret 2008

Penerimaan siswa baru

HASIL PSB SMA 2008



A. Bagi yang lolos Tes Seleksi
1. Daftar Ulang :

Hari : Selasa - Kamis
Tanggal : 25 – 27 Maret 2008


Pukul : 08.00 – 12.00
Tempat : Kantor Tata Usaha SMA Kolese De Britto
2. Yang perlu di bawa dalam daftar Ulang:
a. Kartu Seleksi Calon Siswa Baru
b. Menyerahkan uang pendaftaran ulang sebesar
Rp. 400.000,00
3. Mengambil undangan pertemuan Orang Tua dengan Yayasan.

4. Calon siswa yang lolos seleksi dan tidak mendaftar ulang sampai pada batas waktu yang ditentukan dianggap mengundurkan diri.

B. Bagi yang tidak lolos tes seleksi dan masih mempunyai keinginan masuk SMA Kolese De Britto diberi kesempatan untuk mengikuti seleksi PSB gelombang kedua. Waktu PSB gelombang kedua menyusul.

PENGUMUMAN HASIL TES SELEKSI


PSB 2008 - 2009

SMA KOLESE DE BRITTO


8006 8073 8135 8197 8271 8334 8403 8484
8016 8075 8138 8199 8272 8337 8404 8487
8019 8077 8141 8200 8273 8340 8406 8488
8026 8079 8143 8202 8274 8341 8409 8491
8029 8080 8144 8203 8277 8342 8410 8493
8033 8082 8145 8204 8278 8344 8411 8494
8039 8085 8146 8206 8280 8346 8413 8497
8040 8087 8147 8207 8282 8350 8416 8498
8041 8090 8150 8209 8286 8351 8417 8503
8042 8091 8151 8210 8289 8352 8420 8506
8045 8092 8156 8212 8290 8370 8425 8507
8046 8094 8157 8219 8293 8372 8426 8511
8050 8098 8158 8220 8295 8374 8427 8512
8052 8099 8161 8222 8296 8376 8429 8514
8053 8100 8165 8223 8297 8378 8431 8516
8054 8101 8166 8225 8298 8379 8437 8520
8055 8108 8169 8227 8299 8380 8440 8522
8056 8109 8171 8229 8303 8381 8443 8523
8057 8110 8172 8234 8305 8382 8444 8526
8058 8111 8176 8239 8306 8383 8445 8529
8060 8114 8180 8246 8308 8384 8450 8532
8064 8116 8181 8247 8313 8385 8451 8534
8065 8117 8184 8250 8315 8387 8453 8535
8066 8118 8185 8255 8316 8388 8456 8537
8068 8121 8189 8256 8317 8391 8460
8069 8124 8190 8257 8318 8392 8465
8070 8125 8192 8258 8322 8393 8469
8071 8126 8193 8260 8328 8397 8474
8072 8127 8195 8264 8330 8401 8478















Yogyakarta, 24 Maret 2008



Guido Chrisna Hidayat, SJ

Ketua PSB 2008 – 2009

Baca selengkapnya..

Penerimaan siswa baru

HASIL PSB 2008



A. Bagi yang lolos Tes Seleksi
1. Daftar Ulang :

Hari : Selasa - Kamis
Tanggal : 25 – 27 Maret 2008


Pukul : 08.00 – 12.00
Tempat : Kantor Tata Usaha SMA Kolese De Britto
2. Yang perlu di bawa dalam daftar Ulang:
a. Kartu Seleksi Calon Siswa Baru
b. Menyerahkan uang pendaftaran ulang sebesar
Rp. 400.000,00
3. Mengambil undangan pertemuan Orang Tua dengan Yayasan.

4. Calon siswa yang lolos seleksi dan tidak mendaftar ulang sampai pada batas waktu yang ditentukan dianggap mengundurkan diri.

B. Bagi yang tidak lolos tes seleksi dan masih mempunyai keinginan masuk SMA Kolese De Britto diberi kesempatan untuk mengikuti seleksi PSB gelombang kedua. Waktu PSB gelombang kedua menyusul.

PENGUMUMAN HASIL TES SELEKSI


PSB 2008 - 2009

SMA KOLESE DE BRITTO


8006 8073 8135 8197 8271 8334 8403 8484
8016 8075 8138 8199 8272 8337 8404 8487
8019 8077 8141 8200 8273 8340 8406 8488
8026 8079 8143 8202 8274 8341 8409 8491
8029 8080 8144 8203 8277 8342 8410 8493
8033 8082 8145 8204 8278 8344 8411 8494
8039 8085 8146 8206 8280 8346 8413 8497
8040 8087 8147 8207 8282 8350 8416 8498
8041 8090 8150 8209 8286 8351 8417 8503
8042 8091 8151 8210 8289 8352 8420 8506
8045 8092 8156 8212 8290 8370 8425 8507
8046 8094 8157 8219 8293 8372 8426 8511
8050 8098 8158 8220 8295 8374 8427 8512
8052 8099 8161 8222 8296 8376 8429 8514
8053 8100 8165 8223 8297 8378 8431 8516
8054 8101 8166 8225 8298 8379 8437 8520
8055 8108 8169 8227 8299 8380 8440 8522
8056 8109 8171 8229 8303 8381 8443 8523
8057 8110 8172 8234 8305 8382 8444 8526
8058 8111 8176 8239 8306 8383 8445 8529
8060 8114 8180 8246 8308 8384 8450 8532
8064 8116 8181 8247 8313 8385 8451 8534
8065 8117 8184 8250 8315 8387 8453 8535
8066 8118 8185 8255 8316 8388 8456 8537
8068 8121 8189 8256 8317 8391 8460
8069 8124 8190 8257 8318 8392 8465
8070 8125 8192 8258 8322 8393 8469
8071 8126 8193 8260 8328 8397 8474
8072 8127 8195 8264 8330 8401 8478















Yogyakarta, 24 Maret 2008



Guido Chrisna Hidayat, SJ


Ketua PSB 2008 – 2009

Baca selengkapnya..

Minggu, 23 Maret 2008

Learning Style

Tipe Belajar Visual. Bagi siswa yang bertipe belajar visual, yang mememgang peranan penting adalah mata / penglihatan ( visual ), dalam hal ini metode pengajaran yang digunakan guru sebaiknya lebih banyak / dititikberatkan pada peragaan / media, ajak mereka ke obyek-obyek yang berkaitan dengan pelajaran tersebut, atau dengan cara menunjukkan alat peraganya langsung pada siswa atau menggambarkannya di papan tulis. Ciri-ciri Tipe Belajar Visual : Bicara agak cepat Mementingkan penampilan dalam berpakaian/presentasi Tidak mudah terganggu oleh keributan Mengingat yang dilihat, dari pada yang didengar Lebih suka membaca dari pada dibacakan Pembaca cepat dan tekun Seringkali mengetahui apa yang harus dikatakan, tapi tidak pandai memilih kata-kata Lebih suka melakukan demonstrasi dari pada pidato Lebih suka musik dari pada seni Mempunyai masalah untuk mengingat instruksi verbal kecuali jika ditulis, dan seringkali minta bantuan orang untuk mengulanginya Mengingat dengan Asosiasi Visual 2. Tipe Belajar Auditif. Siswa yang bertipe auditif mengandalakan kesuksesan belajarnya melalui telinga ( alat pendengarannya ), untuk itu maka guru sebaiknya harus memperhatikan siswanya hingga ke alat pendengarannya. Karena akan sia-sialah guru yang menerangkan kepada siswa tuli, walaupun guru tersebut menerangkan dengan lantang , jelas dan dengan intonasi yang tepat. Ciri-ciri Tipe Belajar Auditif : Saat bekerja suka bicaa kepada diri sendiri Penampilan rapi Mudah terganggu oleh keributan Belajar dengan mendengarkan dan mengingat apa yang didiskusikan dari pada yang dilihat Senang membaca dengan keras dan mendengarkan Menggerakkan bibir mereka dan mengucapkan tulisan di buku ketika membaca Biasanya ia pembicara yang fasih Lebih pandai mengeja dengan keras daripada menuliskannya Lebih suka gurauan lisan daripada membaca komik Mempunyai masalah dengan pekerjaan-pekerjaan yang melibatkan Visual, seperti memotong bagian-bagian hingga sesuai satu sama lain Berbicara dalam irama yang terpola Dapat mengulangi kembali dan menirukan nada, berirama dan warna suara 3. Tipe Belajar Kinestetik. Siswa yang bertipe belajar ini belajarnya melalui gerak dan sentuhan. Ciri-ciri Tipe Belajar Kinestetik : Berbicara perlahan Penampilan rapi Tidak terlalu mudah terganggu dengan situasi keributan Belajar melalui memanipulasi dan praktek Menghafal dengan cara berjalan dan melihat Menggunakan jari sebagai petunjuk ketika membaca Merasa kesulitan untuk menulis tetapi hebat dalam bercerita Menyukai buku-buku dan mereka mencerminkan aksi dengan gerakan tubuh saat membaca Menyukai permainan yang menyibukkan Tidak dapat mengingat geografi, kecuali jika mereka memang pernah berada di tempat itu Menyentuh orang untuk mendapatkan perhatian mereka Menggunakan kata-kata yang mengandung aksi . http://re-searchengines.com/art05-65.html

Baca selengkapnya..

Learning Style Survey

Careers GLC2O1 St. Patrick’s Catholic High School

Name: Section: ­­­­­_______


LEARNING STYLES SURVEY

For these questions, choose the first answer that comes to your mind. Do not spend too much time thinking about any question. Circle your answers.
1. Which way would you rather learn how a computer works?
a. watching a video about it
b. listening to someone explain it
c. taking the computer apart and trying to figure it out for yourself
.

2. When you are not sure how to spell a word, which of these are you most likely to do?
a. write it out to see if it looks right
b. sound it out
c. write it out to sense how it feels

3. If you were at a party, what would you be most likely to remember the next day?
a. the faces of the people there, but not the names
b the names but not the faces
c. the things you did and said while you were there

4. How would you rather study for a test?
a. read notes, read headings in a book, look at diagrams and illustrations
b. have someone ask you questions, or repeat facts silently to yourself
c. write notes out on index cards and make models or diagrams

5. What do you find most distracting when you are trying to concentrate?
a. visual distractions
b. noises
c. other sensations like hunger, tight shoes, or worry

6. How do you prefer to solve a problem?
a. make a list, organize the steps, and check them off as they are done
b. make a few phone calls and talk to friends or experts
c. make a model of the problem or walk through the steps in your mind

7. Which are you most likely to do while standing in a long line at the movies?
a. look at the posters advertising other movies
b. talk to the person next to you
c. tap your foot or move around in some other way

8. You have just entered a science museum. What will you do first?
a. find a map showing the locations of the various exhibits
b. talk to a museum guide and ask about exhibits
c. go into the first exhibit that looks interesting and read directions later



9. When you are happy, what are you most likely to do?
a. grin
b. shout with joy
c. jump for joy

10. Which would you rather go to?
a. an art class
b. a music class
c. an exercise class

11. Which of these do you do when you listen to music?
a. daydream (see image go with the music)
b. hum along
c. move with the music tap your foot, etc.

12. How would you rather tell a story?
a. write it
b. tell it out loud
c. act it out

13. Which kind of restaurant would you rather not go to?
a. one with the lights too bright
b. one with the music too loud
c. one with uncomfortable chairs


Total your a’s, b’s, -and c’s.
- If you scored mostly a’s, you have a visual learning style. You learn by seeing and looking
- If you scored mostly b’s, you have an auditory learning style You learn by hearing and listening.
- If you had mostly c’s, you have a kinesthetic learning style. You learn by touching and doing.
- If you picked two letters about the same number of times, you depend on both of those learning styles.

SUMMARY

Letter # Style
a _____ Visual
b _____ Auditory
c _____ Kinesthetic
13


Adapted from ‘for Kids: 40 Fun Tests that Help You learn About Yourself.’ by Jonni Kincher. (c) 1995. 1990. Used with permission of Free Spint Publishing. All rights reserved
(c) 2001 mcgraw-hill ryerson ltd reproduction granted for classroom use only
.

Baca selengkapnya..

Rabu, 19 Maret 2008

Homeschooling

Pendidikan memang masalah yang urgent, perannya begitu vital dalam kehidupan mulai pengasuhan (parenting), pendidikan pra-sekolah, pendidikan usia dini, pendidikan usia sekolah, dan berbagai isu pendidikan anak berbasis keluarga.Mari berbagi mengenai konsep, teori, tips, praktek pendidikan di rumah, homeschooling, berita pendidikan, pendidikan alternatif, dan pengalaman nyata pendidikan di dalam keluarga Indonesia manusia. Perkembangan zaman adalah salah satu faktor yang dapat mempengaruhi bentuk-bentuk pendidikan. Inovasi banyak dilakukan di dunia pendidikan. homeschooling adalah salah satu alternatif mengenai bentuk pendidikan.
Pendidikan akan lebih mengena apabila dilakukan sesuai keinginan anak didik. Kurikulum akan lebih berhasil terimplementasikan apabila siswa didik sendiri yang menyusun apa dan seperti apa yang ingin dipelajarinya. Homeschooling dapat menjadi alternatif yang memenuhi kriteria-kriteria tersebut.
Di negara lain, Homeschooling mungkin bukan sudah menjadi hal yang biasa. Di Indonesia, kini beberapa elemen masyarakat nampaknya juga mulai melirik alternatif ini. Sesuai namanya, sistem homeschooling jelas berbeda dengan sekolah formal umumnya. Cara ini dilakukan full di rumah siswa masing-masing, dengan tenaga pengajar yang mendatangi siswa didik.
Dalam lingkungan sekolah (umum), ternyata tidak semua siswa menyukai sistem yang diberlakukan. Ada yang tidak menyukai ketika harus ada jam-jam pelajaran dan jam istirahat. Mereka merasa ada sebuah pendiktean dalam menjalani pendidikan.
Homeschooling ini memberikan kemungkinan yang luas untuk siswa didik turut menentukan kurikulum. Dalam satu hari ia bisa belajar banyak tanpa harus terpaku jam-jam yang telah ditentukan. Mereka bisa memilih belajar dalam beberapa jam sekali, sehingga mereka merasakan belajar bukan sebagai sebuah beban namun sebagai sebuah kebutuhan.
Peran orang tua sangat besar dalam homeschooling. Memang homeschooling menjadi pilihan para orang tua yang mulai berkurang kepercayaannya pada sistem pendidikan di Indonesia. Mereka (para orang tua itu) merasa memiliki cara yang lebih tepat dalam menentukan pendidikan bagi anak-anaknya tanpa mempercayakan pada lembaga pendidikan. Apalagi mengingat pergaulan anak muda zaman sekarang yang cukup bebas.
Sebagai sebuah contoh,tokoh pendidikan yang cukup populer di Indonesia-Kak Seto- telah menggunakan homeschooling untuk pendidikan putra-putrinya. Mereka (putra-putri kak Seto) mengaku merasa lebih enjoy menjalani pendidikan dengan homeschooling dibanding harus bersekolah seperti anak-anak pada umumnya. Bahkan mereka berniat untuk terus memilih homeschooling hingga pendidikan tinggi.
Bukan sebuah propaganda ataupun promo. Penjelasan ini hanyalah sebagai pembuka cakrawala kita mengenai dunia pendidikan Indonesia.
Di sisi lain, homeschooling tidak sepenuhnya baik. Dengan memilih homeschooling, siswa didik tentunya akan lebih individualis. Mereka tidak bisa merasakan bagaimana belajar bersama rekan-rekan sebayanya. Sosialisasi mereka kurang. Padahal esensi pendidikan bukanlah sekedar pada akademik, melainkan juga bagaimana mereka dapat mengimplementasikan apa yang didapat di bangku sekolah dalam lingkungan sosial. Di sekolah mereka secara tidak langsung belajar bagaimana menghadapi kakak kelas, guru, dan berinteraksi dengan rekan-rekannya. Tentu saja hal itu tidak didapat di homeschooling.
Mengenai kualitas, tentu saja kita tidak bisa mengklaim secara baik buruk diantara keduanya. Karena hasil merupakan prerogatif dari setiap individu. Walaupun mengikuti sekolah formal, namun jika memang ia punya daya intelegensi yang tinggi, maka hasilnya pun bisa jauh lebih baik dibanding homescholler. Atau jika menanggapi ketakutan akan pergaulan, jika memang siswa didik dibekali dengan mental yang bagus, maka ia tak akan mudah luluh dengan pergaulan-pergaulan yang negatif.
Perlu diingat pula bahwa homeschooling memang baik, namun itu bukan merupakan sebuah alternatif pendidikan formal, maka tak ada sebuah ijasah atau sertifikat bagi lulusannya. Idealismenya memang sekolah bukan sekedar cari ijasah, namun tidak bisa juga dinafikkan bahwa lembar ijasah juga penting walaupun pendidikan di Indonesia mengakui adanya berbagai alternatif bentuk pendidikan baik formal ataupun nonformal. Homeschooling juga menuntut para orang tua untuk dapat menjalankan peran sebagai pendamping dalam proses pendidikan. Ini merupakan hal yang tidak mudah. Orang tua yang harus juga memegang peran dalam pendidikan akademis. Mungkin kak Seto-sebagai seorang pemerhati pendidikan- bisa menjalankan itu dengan baik, namun tidak semua orang tua memililiki tipikal yang sama.
Homeschooling dapat merupakan alternatif pendidikan bagi mereka yang memang membutuhkan itu. Semoga saja homeschooling dapat melahirkan generasi-generasi yang berkualitas.
. Semakin banyak alternatif dalam dunia pendidikan, semakin banyak kita mendapatkan sumber daya manusia dengan berbagai style.

Baca selengkapnya..

Kamis, 13 Maret 2008

Berburu Bea Siswa

Berburu bea siswa
Siapa yang mau kuliah gratis?? Di Luar negeri lagi.
Kuliah di Eropa seperti Belanda ? Gratisan lagi, wah siapa yang enggak mau? Beasiswa sekolah di luar negeri enggak Cuma buat mereka yang mau ngambil master atau doktor saja lho. Buat lulusan sekolah menengah atas yang mau menerusakan sekolah di luar negeri tapi dananya terbatas, bisa nyoba berburu beasiswa?? Mau?? Coba aja lamat berikut ini:

Amsterdam Merit Scholarship http://www.uva.nl.ams
University Utrecht Excellence Scholarship http://www.internationalbachelor.uu.nl
The Leids Universiteit Fonds dari Leiden University http://lurf.nl/default.asp?paginaID=306
Fontys Excellence Scholarships dari Fontys University of Applied Science http://www.fontys.edu/grants.and.sholarships.1913349
Scholarship Institute of Applied Sciences untuk bidang life Science dari HAN University atau Hogescholl van Arnhem en Nijmegen http://www.han.nl
The Knowledge Scholarships dari The Hague University of Professional Education http://portal.hhs.nl/portal/page?_pageid=133,1&_dad=portal&_schema=PORTAL
BA Scholarships dari CHN University of Profesional Education http://www.chn.nl
Studi di belanda http://www.nesoindonesia.or.id
.

Baca selengkapnya..