Nilai semangat anggota identik dengan perilaku anggota. Nilai semangat ini harus dijaga dan dilaksanakan oleh semua anggota agar CU tetap hidup dan berkembang. Nilai ini harus menjadi syarat mutlak bagi anggota apalagi yang akan menjadi pengurus atau pengawas CU. Sejatinya pengurus maupun pengawas harus memberikan teladan kepada para anggotanya. Jika mereka tidak memberikan teladan maka akan diikuti oleh para anggota. Kesalahan memilih pengurus akan berdampak sistemik pada pertumbuhan dan perkembangan CU bahkan kehancuran CU itu sendiri. Inilah Nilai semangat keanggotaan CU: 1. Menolong diri sendiri, menjadi anggota CU bertujuan untuk ”Menolong diri sendiri”. Salah satu bentuk menolong diri sendiri adalah menabung secara rutin, Anggota yang membutuhkan boleh meminjam dari uang tabungan-tabungan yang terkumpul. Anggota yang meminjam nantinya harus mengembalikan pinjamannya dengan penuh tanggung jawab. 2. Bertanggung jawab kepada diri sendiri, menjadi orang yang bertanggung jawab artinya bertindak dan terlibat atas keputusan diri sendiri. Anggota yang bertanggung jawab adalah mereka yang menabung dengan kesadaran sendiri. Anggota yang meminjam harus mengembalikan pinjamannya atas kesadaran sendiri. Berani meminjam berarti ”mampu dan mau mengembalikan” secara sadar dan bertanggung jawab. 3. Demokrasi, menjunjung tinggi nilai-nilai ”Demokrasi” artinya berkaitan dengan hak suara. Satu anggota satu suara walaupun seorang anggota memiliki tabungan besar. Semua anggota memiliki hak suara yang sama, kecuali anggota yang lalai mengangsur pinjaman tidak memiliki hak suara (adalah anggota yang tidak bertanggung jawab). Di CU juga diatur bahwa satu anggota hanya boleh maksimal memiliki tabungan paling tinggi 20% dari total Aset. 4. Kesetaraan, para anggota CU diperlakukan sama. Tidak ada pembedaan kaya atau miskin, laki atau perempuan, pejabat atau bukan pejabat. Semua Sama. Setiap anggota wajib mengikuti DIKSAR (pendidikan dasar) CU dan wajib mengikuti semua kebijakan yang telah ditetapkan. Pengurus juga harus mentaati kebijakan pinjaman yang ada sama seperti anggota lain. Sungguh tidak pantas jika ada pengurus yang ingin meminjam namun tidak bersedia mengikuti ketentuan yang mereka tetapkan. 5. Swadaya, mengandung arti dari anggota, oleh anggota dan untuk anggota. Karens bersifat mandiri dan berdaulat CU tidak menerima penyertaan modal dari luar. Untuk itu CU harus memiliki cara untuk menciptakan modal dari anggota. Lalu simpanan atau modal yang terkumpul diupayakan beredar kembali kepada anggota 70% hinga 80% dari Aset yang ada. Karena itu pertumbuhan CU juga tergantung pada pertumbuhan jumlah anggotanya. 6. Setiakawan (solidaritas), anggota CU memiliki ikatan pemersatu (commond-bond) para anggotanya. Mereka saling kenal, saling berbagi pengalaman dan saling membantu memecahkan masalah bersama. ”Anda susah saya bantu, saya susah anda bantu” begitulah ungkapan yang dekat pada anggota. Salah satu produk solidaritas yang ada di CU adalah Santunan Duka untuk ahli waris anggota yang meninggal. Dananya dikumpulkan dari iuran anggota. Bila ada anggota yang meninggal, maka ahli warisnya akan mendapatkan Santunan yang jumlahnya 10X lipat dari iuran yang dibayarkan anggota. 11. Keadilan, Nilai-nilai keadilan secara konsisten diterapkan di CU. Bagi anggota yang menyetor diawal bulan akan menerima balas jasa simpanan yang lebih besar dibanding dengan anggota yang menyetor diakhir bulan. Bagi anggota yang memiliki simpanan besar akan mendapatkan balas jasa yang besar sesuai ketentuan yang disepakati. Kepada yang memberi pasti menerima. Yang hanya mau menerima saja tidak layak menjadi anggota CU. Apabilla ada anggota yang baru masuk CU langsung mau pinjam besar, padahal tabungannya baru sedikit, apabila ada anggota yang hanya menabung saja untuk menerima balas jasa simpanan dan tidak mau meminjam. Ini melanggar nilai-nilai keadilan. Tidak adil jika anggota yang simpanannya kecil meminjam besar dan tidak adil jika anggota hanya mau menerima balas jasa simpaman saja tanpa mau berpartisipasi meminjam. CU yang sering melanggar nilai-nilai keadilan pasti akan mengalami kebangkrutan. Sumber : http://www.puskopditbkcukalimantan.org/index.php/filosofi.
Baca selengkapnya..Sabtu, 09 Juni 2012
Nilai Nilai Credit Union
Credit Union merupakan salah satu lembaga keuangan, yang mengkondisikan anggotanya untuk memulai, berkembang dan mengontrol kegiatannya dengan Pendidikan dengan pendidikan,anggota diharapkan menanamkan nilai nilai Credit union, yaitu : 1. Keadilan, secara konsisten menciptakan produk pelayanan kepada para anggotanya dan fokus hanya kepada anggota. Dapat dipantau dengan cara: melihat apakah penetapan nilai produk dapat meningkatkan pelayanan yang menguntungkan pada anggotanya. 2. Integritas, menunjukaan perhatian, komitmen dan kejujuran termasuk dalam hal pelaporan. Dapat dipantau dengan cara: 1) Menggunakan semua informasi yang tersedia dan metode pelaporan yang benar, 2) Para pemegang saham sadar akan pelaporan itu, 3) Jangkauan dan penyampaian informasi berguna bagi pemegang saham, 4) Laporan anggota meliputi indikator-indikator yang dapat diukur, manfaat keuangan yang bernilai yang diberikan kepada anggota melalui penetapan nilai produk. 3. Profesionalisme, pelayanan yang efisien, efektif dan tepat waktu atas kerjasama pengurus, pengawas dan manajemen yang terlatih dengan dukungan sistem komunikasi dan operasional yang dikelola dengan baik. Dapat dipantau dengan cara: melihat data keluhan anggota, menggunakan teknik survey dan umpan balik. 4. Bertanggung Jawab, didukung oleh manajemen kehatihatian (prudent management) dan ketersediaan modal yang kuat. Dapat dipantau dengan cara: melihat terpenuhinya Indikator keuangan kunci dan sesuai dengan standard Operasional CU 5. Kerjasama, masukan para pemegang saham, seluruh lapisan masyarakat dan keterlibatan mereka memberikan manfaat kepada anggota serta masyarakat lokal melalui usaha kolektif. Dapat dipantau dengan cara: melihat jumlah organisasi masyarakat yang menggunakan CU, jumlah nilai tambah atau manfaat yang diperkenalkan setiap tahun. 6. Perayaan, tuntutan organisasi yang sehat dengan kualitas pegawai yang baik perlu diperkuat dengan antusiasme perayaan keberhasilan. Hal ini merupakan hal penting dalam organisasi yang sehat. Perayaan untuk apresiasi kekuatan, talenta dan potensi orang-orang dalam organisasi akan mendorong peningkatan kepercayaan diri dan kompetensi dalam berorganisasi. Namun perlu juga mengakui kelemahan manusia atas kesalahan atau kegagalannya. Dapat dipantu dengan cara: 1) Survey terhadap staff dan Pengurus, 2) Volume peristiwa perayaan keberhasilan dan individu, 3) Perayaan bagi anggota yang menonjol 7. Saling menghormati, setiap orang harus diperlakukan dengan rasa hormat dan bermartabat. Dapat dipantau dengan cara: 1) Umpan balik anggota secara terus menerus, 2) Keluhan/komentar/saran (lisan dan tertulis), 3) Survey para pemegang saham dan masyarakat. 8. Tanggung gugat (accountable), Berkaitan dengan mitra masyarakat, pemerintah dan bisnis, maka harus bertanggung jawab demi kualitas kerja dan memberikan lebih dari apa yang diharapkan. Dapat dilakukan melalui keterbukaan berorganisasi yang mencerminkan pada kepercayaan dan kesadaran akan tanggung gugat bersama. Dapat dipantau dengan cara: 1) Transparansi laporan 2) Daftar sikap yang diinginkan dan disepakati bersama dengan menggunakan metode survey, wawancara, keluhan anggota hingga tingkat pembuatan keputusan yang didelegasikan. 9. Integrasi, bekerja adalah bagian penting dari hidup yang menyatu dengan aktivitas hidup lainnya. Bekerja dalam tim secara holistik, saling menghormati perbedaan dan keyakinan. Dapat dipantau dengan cara: 1) Survey persepsi staff & anggota, 2) Mengukur staff/volunter/aktivis yang memiliki perbedaan, keyakinan dan lain-lain. 10. Inovasi, secara aktif mencari cara untuk memperkenalkan program dan prosedur baru untuk meningkatkan efektivitas dan efisiensi kegiatan melalui perubahan yang terus menerus baik dalam proses maupun sistem. Dapat dipantau dengan cara: 1) Mencatat dan Mengungkap gagasan program baru, 2) Menerima, 3) Mengevaluasi, 4) Mengembangkan, 5) Mengimplementasikan, 6) Mengukur hasilnya. Sumber :http://www.puskopditbkcukalimantan.org/index.php/filosofi/63-nilai-nilai-dasar-credit-union
Baca selengkapnya..Kamis, 15 September 2011
SoalPertumbuhan dan pembangunan ekonomi
Soal Pertumbuhan Ekonomi
1. Tingkat pertumbuhan ekonomi suatu negara dapat diukur dari perkembangan ….
A. Pendapatan nasional
B. Indikator per kapita
C. Pendapatan per kapita
D. Sektor-sektor ekonomi
E. Sarana-sarana masyarakat
2. Data produk Nasional bruto negara KYZ
Tahun 2008 = 111.892 milyar
Tahun 2009 = 118.385 milyar
Tahun 2010 = 126.642 milyar
Tahun 2011 = 131.101 milyar
Berdasarkan data di atas, laju pertumbuhan ekonomi tahun 2011 adalah ….
A. 3,40%
B. 3,52%
C. 6.92%
D. 6.97%
E. 10.74%
3. Tahap-tahap pertumbuhan ekonomi antara lain:
1. Masa rumah tangga tertutup
2. Masa berternak dan bertani
3. Masa rumah tangga kota
4. Masa bertani dan kerajinan tangan
5. Masa rumah tangga bangsa
Yang tergolong tahap perkembangan ekonomi menurut Karl Bucher ….
A. 1, 2 dan 3
B. 1, 3 dan 4
C. 1, 3 dan 5
D. 2, 3 dan 4
E.3, 4 dan 5
4. Di bawah ini adalah tahap-tahap pertumbuhan ekonomi:
1. Fase primitif
2. Fase peternakan
3. Fase pertanian
4. Fase pertanian dan industri
5. Fase pertanian, industri, dan perdagangan
Tahap - tahap pertumbuhan ekonomi tersebut dikemukakan oleh ….
A. Bruno Hilderbrand
B. Friedrich List
C. Karl Bucher
D. W.W. Rostow
E. Warner Sombart
5. Suatu negara mengalami perubahan drastis dalam masyarakat, tercipta kemajuan yang pesat sehingga timbul penanaman modal. Menurut W.W Rostow negara tersebut berada pada ….
A. Masa tradisional
B. Masa peralihan
C. Masa kematangan
D. Masa tinggal landas
E. Masa konsumsi tinggi
6. Yang merupakan faktor perkembangan ekonomi adalah ….
A. Sumber daya alam, produksi nasional, kesempatan kerja
B. Sumber daya alam, sumber daya manusia, teknologi dan modal
C. Sumber daya manusia, sumber daya modal, produksi nasional
D. Teknologi, pendapatan nasional, produksi nasional
E. Kesempatan kerja, pendapatan nasional, sumber daya manusia
7. Menurut Karl Bucher, pertumbuhan ekonomi suatu bangsa akan melalui tahap-tahap …
A. Rumah tangga tertutup, rumah tangga kota, rumah tangga bangsa, rumah tangga dunia
B. Berburu dan mengembara, pertanian dan kerajinan, perniagaan, industri, dan perdagangan
C. Pertukaran secara barter, pertukaraan dengan perantaraan uang, pertukaran dengan kartu kredit
D. Tradisional, transisi, lepas landas, kematangan, konsumsi tinggi
E. Pra- kapitalis, kapitalis madya, kapitalis raya
8. Matrik tahap-tahap pertumbuhan ekonomi dari beberapa tokoh sebagai berikut:
No. A B C
1. Rumah tangga Tertutup Masa pertanian dan kerajinan Tahap ke arah kedewasaan
2. Masa berburu dan mengembara Rumah tangga kota Masa kerajinan industri dan perniagaan
3. Masa berternak dan bertani Tahap konsumsi tinggi Rumah tangga dunia
Berdasarkan matrik di atas, yang ternasuk tahap-tahap pertumbuhan ekonomi menurut Karl Bucher adalah ….
A. A1, A2, dan C2 D. A2, B2 dan C2
B. A1, B2 dan C3 E. A2, B3 dan C2
C. A2, B1 dan C1
9. Pendapatan perkapita bangsa Indonesia sebagai berikut:
Tahun 1998 = US$ 625
Tahun 1999 = US$ 640
Tahun 2000 = US$ 650
Laju pertumbuhan ekonomi tahun 1999 …
A. 1,54% D. 2,40%
B. 1,56% E. 4,00%
C. 2,34%
10. Dampak negatif dari pembangunan ekonomi antara lain….
A. Pemerataan pendapatan
B. Pencemaran lingkungan
C. Mengurangi penganguran
D. Meningkatan pendapatan
E. Mengubah struktur perekonomian
11. Pertumbuhan dan pembangunan ekonomi:
1. Peningkatan produksi dan pendapatan
2. Perubahan komposisi penduduk
3. Meningkatnya GNP
4. Adanya distribusi pendapatan semakin merata
5. Adanya peningkatan kesejahteraan masyarakat
Pembangunan ekonomi ditandai dengan ….
A. 1, 2 dan 3 D. 2, 4 dan 5
B. 1, 2 dan 4 E. 3, 4 dan 5
C. 2, 3 dan 4
12. Berikut ini rumusan tentang pertumbuhan dan pembangunan ekonomi:
1. Proses menaikkan pendapatan nasional dan mengurangi kemiskinan
2. Proses menciptakan perubahan yang merupakan kemajuan menuju perbaikan
3. Kenaikan produksi nasional lebih besar daripada kenaikan jumlah penduduk
4. Ditentukan oleh produk dan jumlah penduduk
5. Kenaikan produk nasional perkapita dalam jangka panjang
Yang termasuk pembangunan ekonomi adalah ….
A. 1, 2 dan 5 D. 2, 4 dan 5
B. 2, 3 dan 4 E. 3, 4 dan 5
B. 2, 3 dan 5
13. Yang termasuk modal dasar pembangunan adalah
A. Sosial budaya, klimatologi, geologi dan topografi
B. Kedaulatan bangsa, jumlah penduduk, sosial budaya
C. Sumber alam, modal budaya, sosial budaya
D. Flora dan fauna, demografi, hidrografi dan geografi
E. Rohaniah dan mental, kedudukan geografis, potensi bangsa
14. Berikut ini adalah manfaat pembangunan ekonomi, kecuali ….
A. Meningkatkan pendapatan masyarakat
B. Meciptakan dan meningkatkan lapangan kerja
C. mengubah struktur ekonomi dari agraris ke industri
C. Melestarikan lingkungan hidup
E. Menciptakan pemerataan kesempatan kerja
15. Dibawah ini merupakan hambatan pembangunan ekonomi nasional, kecuali ….
A. Kekurangan tenaga ahli
B. Kekurangan modal
C. Struktur penduduk yang tidak menguntungkan
D. Distribusi penduduk yang tidak merata
E. Kebudayaan yang beraneka ragam
16. Suatu wilayah yang perkembangannya sangat cepat sehingga dapat dijadikan pusat pembangunan wilayah yang dapat mempengaruhi daerah-daerah disekitarnya, disebut ….….
A. Kawasan pembangunan D. Pusat pertumbuhan
B. Kawasan berikat E. Kawasan industri
C. Pusat pembangunan
17. Faktor-faktor yang mempengaruhi pembangunan-pembangunan ekonomi:
1. Sumber daya manusia yang banyak
2. Kesempatan kerja sempit
3. Sumber daya alam yang melimpah
4. Modal yang sedikit
5. Penguasaan teknologi modern
Yang termasuk faktor-faktor penghambat pembangunan ekonomi dinegara berkembang adalah ….
A. 1, 2 dan 3 D. 2, 3 dan 4
B. 1, 2 dan 4 E. 2, 3 dan 5
C. 1, 3 dan 5
18. Pertumbuhan ekonomi dari salah satu tokoh aliran historis antara lain
1. Tukar menukar secara innatura atau barter
2. Tukar menukar dengan perantara uang
3. Tukar menukar dengan menggunakan kredit
Yang mengemukakan pendapat tersebut adalah…
A. Frienrich List D. Werner Sombart
B. Bruno Hilderbrand E. Max Weber
C. Gustav Von Schmoller
19. Perkembangan perekonomian suatu negara dapat dilihat dari hubungan antara produsen dalam menyalurkan hasil produksinya sampai konsumen.
A. Friedrich List D. Karl Bucher
B. Werner Sombart E. W.W Rostow
C. Bruno Hilderbrand
20. Usaha untuk meningkatkan mutu tenaga kerja dilakukan dengan …
a. penambahan jam kerja dan penambahan alat produksi
b. penambahan upah dan penambahan jam kerja
c. perbaikan jaminan sosial dan penggantian alat produksi
d. pengawasan pelaksanaan kerja dan penambahan jam kerja
e. penyelenggaraan latihan kerja dan pemeliharaan kesehatan karyawan
21. Teori ekonomi yang menekankan bahwa proses pembanungan jangka panjang pada suatu saat mencapai stasionary state dikemukakan oleh .....
A. David Ricardo D. Harrod-Domar
B. Schumpeter E. Adam Smith
C. Thomas Robert Malthus
22 sampai nomor 36
Pililihlah A jika 1 jawaban yang benar
Pililihlah B jika 2 jawaban yang benar
Pililihlah C jika 3 jawaban yang benar
Pililihlah D jika 4 jawaban yang benar
Pililihlah E jika semua benar
22. Ciri-ciri pertumbuhan ekonomi
1. kenaikan PDB
2. keadaan negara berkembang
3. adanya aspek pemerataan pendapatan
4. PDB dihitung dari tahun ke tahun
5. tidak memandang perubahan dan modernisasi dalam struktur ekonomi
23. Persamaan pertumbuhan dan pembangunan
1. merupakan kecenderungan dibidang perekonomian
2. adanya kenaiakn PDB
3. dihitung dari tahun ke tahun
4. tujuan akhir sebagai tolok ukur adalah pendapatan perkapita
5.keadaan ekonomi negara maju
24. Faktor - faktor yang mempengaruhi pertumbuhan dan pembangunan ekonomi adalah............
1. sumber daya alam
2. sumber daya manusia
3. pembentukan modal
4. teknologi
5. sistem soail masyarakat
25.Manfaat teknologi adalah ..........
1. dapat mempertinggi efesiensi
2. dapat menimbulkan pengangguran
3. inovasi
4. biaya hidup mahal
5. adanya angka ketergantungan
26.Sikap masyarakat yang mendorong pembangunan adalah .
1. sisten tuan tanah
2. hemat
3. kerja keras
4. terbuka terhadap IPTEK
5. sikap yang egois
27. Teori pertumbuhan ekonomi yang beraliran historis adalah dari ..............
1. Adam Smith
2. Robert Solow
3. Freidreik List
4. Karl Bucher
5. WW. Rostow
28. Teori pertumbuhanh ekonomi menurut teori Austria meliputi ............
1. Wener Sombart
2. Friedrik List
3. TR. Malthus
4. Davd Ricardo
5. Harrod-Domar
29.Yang termasuk ciri Vorkapitalismus/ prakapitalis adalah ....
1. adanya sifat kekeluargaan
2. sistem barter
3. kehidupan ekonomi dinamis
4. kehidupan disektor pertanian
5. adanya spesialisasi
30. Tahap perekonomian dari kapitalis purba, kapitalis madya, kapitalis raya dan kapitalis akhir teori dari ..
1. Karl Bucher
2. Friedrik List
3. Wener Sobart
4. Harrod Domar
5. WW. Rostow
31. Ciri Rumah tangga kota adalah ...........
1. munculnya spesialisasi
2. adanya pertukaran dan perdagangan
3. muncul golongan tukang, pedagang, petani
4. muncul lapangan kerja industri
5. diperlukan angkatan perang
32. Tahap pertumbuhan menurut freidrich List adalah .....
1. masyarakat pengembaraan
2. masyarakat beternak
3. masa bertani
4. masa bertani dan kerajinan
5. masa industri dan perniagaan
33.Ciri-ciri stasionary State (situasi ekonomi mandeg)
1. jumlah out-put konstan
2. jumlah penduduk tetap
3. akumlasi modal berhenti
4. tingkat upah alamiah
5. tingkat sewa tanah minimal
34. Dampak negatif pembangunan ekonomi....
1. perubahan fisik lengkungan hidup
2. membantu masyarakat hidup lebih mudah
3. perubahan lingkungan sosial
4. perubahan lingkungan alam akibat polusi
5. meningkatkan persediaan barang dan jasa
35. Faktor-faktor yang menentukan pembangunan ekonomi suatu negara .....
1. sumber daya manusia
2. sumber daya alam
3. pembentukan modal
4. ilmu pengetahuan dan teknologi
5. sosialisasi
36. Tahap pertumbuhan menurut WW. Rostow
1. masyarakat tradisional
2. prasyarat lepas landas
3. lepas landas
4. menuju kearah kedewasaan
5. kapitalis akhir
Senin, 12 September 2011
Soal Ketenagakerjaan
I. Pilihlah satu jawaban yang benar !
1.Sejumlah angkatan kerja yang dapat diserap oleh permintaan tenaga kerja disebut ….
a.lapangan kerja
b.tenaga kerja
c.kesempatan kerja
d.tingkat kesempatan kerja
e.angkatan kerja
2.Angkatan kerja yang mempunyai pendapatan yang rendah atau jumlah jam kerja rendah disebut ….
a.pengangguran teknologi
b.pengangguran siklis
c.pengangguran
d.pengangguran musiman
e.pengangguran tak kentara
3.Berikut ini adalah penyebab terjadinya pengangguran, kecuali ….
a.tingkat pertumbhan penduduk tinggi
b.rendahnya tingkat investasi
c.rendahnya tingkat pendidikan
d.rendahnya ketrampilan tenaga kerja
e.gejolak politik dan stabilitas politik
4.Pengangguran yang tidak mau bekerja dengan tingkat upah yang berlaku disebut ….
a.proyek padat karya
b.mempertinggi kualitas SDM
c.meningkatkan produktivitas
d.investasi padat modal
e.memperbanyak investasi
5.Pembangunan sumber daya manusia Indonesia ditekankan untuk ….
a.menggali potensi tenaga kerja
b.memperluas kesempatan kerja
c.menciptakan kesempatan kerja
d.meningkatkan kualitas SDM
e.memperbanyak tenaga kerja produktif
6.Pengangguran structural adalah pengangguran yang diakibatkan oleh perubahan struktur ekonomi misalnya perubahan dari struktur pertanian ke industri. Berikut ini tidak termasuk dalam konsep pengangguran tersebut adalah ….
a.menganggur karena digantinya oleh teknologi modern
b.buruh tani sawah menganggur karena diganti oleh traktor
c.menganggur karena banyaknya industri atau pabrik yang bangkrut
d.penarik becak menganggur karena adanya angkutan umum
e.menurunnya permintaan terhadap penjahit tradisional karena terdesak industri garmen
7.Pengangguran yang disebabkan oleh rasio modal dengan tenaga kerja dalam proses produksi yang semakin bertambah disebut ….
a.tidak kentara
b.teknologi
c.structural
d.siklis
e.sukarela
8.Sumber daya manusia yang termasuk dalam usia kerja, maka dikelompokkan ke dalam ….
a.kesempatan kerja
b.angkatan kerja
c.pencari kerja
d.tenaga kerja
e.penawaran tenaga kerja
9.Penganggur dapat berakibat pada hal-hal berikut ini, kecuali ….
a.kehilangan penghasilan
b.kehilangan pekerjaan
c.ketrampilan menjadi berkurang
d.keahlian berkurang
e.keresahan di masyarakat
1o.Tingkat kesempatan kerja yang ada pada suatu Negara mencerminkan ….
a.permintaan dan penawaran
b.kemajuan suatu Negara
c.kemakmuran
d.keadaan tenaga kerja
e.tingkat kebutuhan tenaga kerja
Jumat, 11 Maret 2011
Konsep dan Pengertian Pengawasan
Istilah pengawasan dalam bahasa Inggris disebut controlling, yang oleh Dale (dalam Winardi, 2000:224) dikatakan bahwa: “… the modern concept of control … provides a historical record of what has happened … and provides date the enable the … executive … to take corrective steps …”. Hal ini berarti bahwa pengawasan tidak hanya melihat sesuatu dengan seksama dan melaporkan hasil kegiatan mengawasi, tetapi juga mengandung arti memperbaiki dan meluruskannya sehingga mencapai tujuan yang sesuai dengan apa yang direncanakan. More (dalam Winardi, 2000:226) menyatakan bahwa: “… there’s many a slip between giving works, assignments to men and carrying them out. Get reports of what is being done, compare it with what ought to be done, and do something about it if the two aren’t the same”.
Dengan demikian pengawasan pada hakekatnya merupakan tindakan membandingkan antara hasil dalam kenyataan (dassein) dengan hasil yang diinginkan (das sollen). Hal ini disebabkan karena antara kedua hal tersebut sering terjadi penyimpangan?penyimpangan, maka tugas pengawasan adalah melakukan koreksi atas penyimpangan?penyimpangan tersebut.
Pengawasan merupakan fungsi manajerial yang keempat setelah perencanaan, pengorganisasian, dan pengarahan. Sebagai salah satu fungsi manajemen, mekanisme pengawasan di dalam suatu organisasi memang mutlak diperlukan. Pelaksanaan suatu rencana atau program tanpa diiringi dengan suatu sistem pengawasan yang baik dan berkesinambungan, jelas akan mengakibatkan lambatnya atau bahkan tidak tercapainya sasaran dan tujuan yang telah ditentukan.
Pengertian tentang pengawasan sangat beragam dan banyak sekali pendapat para ahli yang mengemukakannya, namun demikian pada prinsipnya kesemua pendapat yang dikemukan oleh para ahli adalah sama, yaitu merupakan tindakan membandingkan antara hasil dalam kenyataan (dassein) dengan hasil yang diinginkan (das sollen), yang dilakukan dalam rangka melakukan koreksi atas penyimpangan?penyimpangan yang terjadi dalam kegiatan manajemen. Berikut beberapa pengertian tentang pengawasan dari para ahli:
Mockler (dalam Certo dan Certo, 2006:480) menyebutkan pengawasan sebagai : Controlling is a systematic effort by business management to compare performance to predetermined standard, plans, or objectives to determine whether performance is in line with theses standards and presumably to take any remedial action required to see that human and other corporate resources are being used in the most effective and efficient way possible in achieving corporate objectives.
Konsep pengawasan dari Mockler di atas, menekankan pada tiga hal, yaitu (1) harus adanya rencana, standard atau tujuan sebagai tolak ukur yang ingin dicapai, (2) adanya proses pelaksanaan kerja untuk mencapai tujuan yang diinginkan, (3) adanya usaha membandingkan mengenai apa yang telah dicapai dengan standard, rencana, atau tujuan yang telah ditetapkan, dan (4) melakukan tindakan perbaikan yang diperlukan. Dengan demikian konsep pengawasan dari Mockler ini terlihat bahwa ada kegiatan yang perlu direncanakan dengan tolak ukur berupa kriteria, norma-norma dan standar, kemudian dibandingkan, mana yang membutuhkan koreksi ataupun perbaikan-perbaikan.
Hal senada juga diungkapkan oleh Admosudirdjo (dalam Febriani, 2005:11) yang mengatakan bahwa: Pada pokoknya controlling atau pengawasan adalah keseluruhan daripada kegiatan yang membandingkan atau mengukur apa yang sedang atau sudah dilaksanakan dengan kriteria, norma?norma, standar atau rencana?rencana yang telah ditetapkan sebelumnya.
Sementara Mockler (dikutip Stoner & Freeman dalam Wilhelmus dan Molan 1994:241) mengatakan bahwa: Pengendalian adalah suatu upaya yang sistematis untuk menetapkan standard kinerja dengan sasaran perencanaan, merancang sistem umpan?balik informasi, membandingkan kinerja sesungguhnya dengan standard yang terlebih dahulu ditetapkan itu, menentukan apakah ada penyimpangan dan mengukur signifikansi penyimpangan tersebut, dan mengambil tindakan perbaikan yang diperlukan untuk menjamin bahwa semua sumber daya perusahaan tengah digunakan sedapat mungkin dengan cara yang paling efektif dan efisien guna tercapainya sasaran perusahaan.
Siagian (1990:107) menyebutkan bahwa yang dimaksud dengan pengawasan adalah: “Proses pengamatan daripada pelaksanaan seluruh kegiatan organisasi untuk menjamin agar supaya semua pekerjaan yang sedang dilakukan berjalan sesuai dengan rencana yang telah ditentukan sebelumnya.” Ciri terpenting dari konsep yang dikemukan oleh Siagian ini adalah bahwa pengawasan hanya dapat diterapkan bagi pekerjaan?pekerjaan yang sedang berjalan dan tidak dapat diterapkan untuk pekerjaan?pekerjaan yang sudah selesai dilaksanakan.
Terry (dalam Winardi, 1986:395) juga berpendapat tentang pengertian pengawasan ini, ia mengatakan bahwa: Pengawasan berarti mendeterminasi apa yang dilaksanakan, maksudnya mengevaluasi prestasi kerja dan apabila perlu menerapkan tindakan-tindakan korektif sehingga hasil pekerjaan sesuai dengan rencana?rencana. Jadi pengawasan dapat dianggap sebagai aktivitas untuk menemukan dan mengoreksi penyimpangan?penyimpangan penting dalam hasil yang dicapai dari aktivitas?aktivitas yang direncanakan.
Koontz, et. al. (dalam Hutauruk, 1986:195) menyatakan bahwa: “Pengendalian adalah mengukur dan mengoreksi prestasi kerja bawahan guna memastikan, bahwa tujuan organisasi di semua tingkat dan rencana yang didesain untuk mencapainya, sedang dilaksanakan”.
Sujamto (dikutip Silalahi, 2002:177) lebih tegas mengatakan: Pengendalian adalah segala usaha atau kegiatan untuk menjamin dan mengarahkan agar pekerjaan yang sedang dilaksanakan dapat berjalan sesuai dengan rencana yang telah ditetapkan dan atau hasil yang dikehendaki serta sesuai pula dengan segala ketentuan dan kebijakan yang berlaku.
Sementara Lembaga Administrasi Negara (1996:159) mengungkapkan bahwa: Pengawasan adalah salah satu fungsi organik manajemen, yang merupakan proses kegiatan pimpinan untuk memastikan dan menjamin bahwa tujuan dan sasaran serta tugas?tugas organisasi akan dan telah terlaksana dengan baik sesuai dengan rencana, kebijakan, instruksi, dan ketentuan-ketentuan yang telah ditetapkan dan yang berlaku. Pengawasan sebagai fungsi manajemen sepenuhnya adalah tanggung jawab setiap pimpinan pada tingkat mana pun. Hakikat pengawasan adalah untuk mencegah sedini mungkin terjadinya penyimpangan, pemborosan, penyelewengan, hambatan, kesalahan dan kegagalan dalam pencapaian tujuan dan sasaran serta pelaksanaan tugas?tugas organisasi.
Berdasarkan pendapat dari LAN di atas, tampak bahwa subjek yang melakukan pengawasan adalah pimpinan. Hal senada juga ditegaskan oleh Koontz, et. al. (dalam Hutauruk, 1986:195) bahwa :”Fungsi pengendalian harus dilaksanakan oleh tiap-tiap manajer, mulai dari direktur sampai pengawas”.
Sementara Sarwoto (dalam Febriani, 2005:12) mengatakan bahwa: ”Pengawasan adalah kegiatan manajer yang mengusahakan agar pekerjaan-pekerjaan terlaksana sesuai dengan rencana yang ditetapkan dan atau hasil yang dikehendaki”. Dari pendapat Sarwoto ini secara implisit dapat terlihat tujuan dari pengawasan yaitu mengusahakan agar pekerjaan-pekerjaan terlaksana sesuai dengan rencana. Seluruh pekerjaan yang dimaksud adalah pekerjaan yang sedang dalam pelaksanaan dan bukan pekerjaan-pekerjaan yang telah selesai dikerjakan.
Berkaitan dengan arti pengawasan sebagai suatu proses seperti diungkapkan oleh LAN di atas, Soekarno (dalam Situmorang dan Juhir, 1994:20) menyatakan bahwa: “Pengawasan adalah suatu proses yang menentukan tentang apa yang harus dikerjakan, agar apa yang dikerjakan sejalan dengan rencana”. Certo (dalam Maman Ukas, 2004:337) mengatakan bahwa : “Controlling is the process managers go trough to control”. Sementara Maman Ukas (2004:337) menyatakan bahwa:
Pengawasan adalah suatu proses kegiatan yang dilakukan untuk memantau, mengukur dan bila perlu melakukan perbaikan atas pelaksanaan pekerjaan sehingga apa yang telah direncanakan dapat dilaksanakan sesuai dengan tujuan yang diinginkan.
Hal senada dikemukakan oleh Manullang (1977:136) bahwa: “Pengawasan adalah suatu proses untuk menetapkan pekerjaan apa yang sudah dilaksanakan, menilainya dan mengoreksi bila perlu dengan maksud supaya pelaksanaan pekerjaan sesuai dengan rencana semula”. Pada hakekatnya, pandangan Manullang di atas juga menekankan bahwa pengawasan merupakan suatu proses dimana pekerjaan itu telah dilaksanakan kemudian diadakan penilaian apakah sesuai dengan rencana yang telah ditetapkan ataukah terjadi penyimpangan?penyimpangan, dan tidak hanya sampai pada penemuan penyimpangan tetapi juga bagaimana mengambil langkah?langkah perubahan dan perbaikan sehingga organisasi tetap dalam kondisi yang sehat.
Bertitik tolak dari pengertian para ahli tentang pengawasan sebagai mana diungkapkan di atas, maka dapat diambil kesimpulan bahwa yang dimaksud dengan pengawasan adalah sebagai suatu proses kegiatan pimpinan yang sistematis untuk membandingkan (memastikan dan menjamin) bahwa tujuan dan sasaran serta tugas?tugas organisasi yang akan dan telah terlaksana dengan baik sesuai dengan standard, rencana, kebijakan, instruksi, dan ketentuan-ketentuan yang telah ditetapkan dan yang berlaku, serta untuk mengambil tindakan perbaikan yang diperlukan, guna pemanfaatan manusia dan sumber daya lain yang paling efektif dan efisien dalam mencapai tujuan perusahaan
Sumber : http://sambasalim.com/manajemen/konsep-pengawasan.html
Jumat, 28 Mei 2010
Siklus akuntansi pada perusahaan dagang
Setelah mempelajari materi siklus akuntansi perusahaan jasa di kelas X (sebagian, dan leih mendalam di kelas XI semester I). Maka Pada semester 2 Kelas XI anda akan mempelajari dan memahami penyusunan siklus akuntansi perusahaan dagang. Bagaimanakah akuntansi perusahaan dagang itu? Siklus Akuntansi Perusahaan dagang atau jasa hampir mirip, supaya memperoleh gambaran mengenai tahapan siklus akuntansi perusahaan dagang maka untuk mengetahuinya silahkan ambil saja materi akuntansi Dagang 1 dan ambil saja materi akuntansi Dagang laporan keuangan selamat mencoba semoga sukses ujian semesternya
Baca selengkapnya..Kamis, 06 Mei 2010
Laporan keuangan
A. Harga Pokok Penjualan
Konsep terpenting dalam menyusun perhitungan Rugi Laba perusahaan perusahaan dagang adalah pengertian Harga Pokok Penjualan. Penghitungan Harga Pokok Penjualan. Secara sederhana Harga Pokok Penjualan dapat dihitung sbb.:
HPP = Barang Tersedia Untuk Dijual (BTUD) – Persediaan Akhir
BTUD = PersediaanAwal + PembelianBersih
Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam awal penyusunan laporan keuangan perusahaan dagang:
1. Persediaan Awal
Adalah persediaan barang dagangan pada awal periode, yang merupakan persediaan akhir dari periode sebelumnya. Persediaan awal terdapat pada kolom sebelah debet dengan nama perkiraan (nama akun) ikhtisar rugi laba. Angka yang ada merupakan nilai persediaan barang dagangan yang tercantum dalam neraca sisa (neraca saldo, neraca percobaan).
2. Pembelian Bersih
Pembelian Bersih merupakan pembelian dengan segala bebannya dikurangi retur dan potongan harga, dan potongan pembelian.
3. Persediaan Akhir
Persediaan akhir terletak di sisi kredit, dengan nama ikhtisar rugi laba, dalam neraca sisa.
B. Laporan Rugi Laba
Menurut langkah penyajiannya, laporan rugi laba dalam perusahaan dagang mempunyai 2 bentuk yaitu bentuk langsung (single step) dan bentuk bertahap (multiple step).
a. Bentuk Langsung (Single Step)
Dalam Bentuk Langsung semua beban dan pendapatan digabungkan menjadi satu.
Laporan Rugi / Laba:
Total Pendapatan……………………………………………….xxx
HPP……………………………………………………………..xxx +
Laba Kotor………………………………………………………..…xxx
Total Beban Usaha…………………………………………………..xxx +
Laba Bersih………………………………………………………….xxx
b. Bentuk Tidak Langsung (Multiple Step)
Dalam Bentuk Tidak Langsung, beban dan pendapatan masing-masing dikelompokkan menurut jenisnya; beban usaha, di luar usaha, dan tidak biasa (luar biasa)
Pengelompokan perkiraan rugi / laba dalam perusahaan dagang terdiri atas kelompok:
1. Penjualan Bersih
2. Pembelian Besih
3. Beban Usaha
4. Beban / pendapatan di luar usaha
5. Beban / pendapatan tidak biasa ( atau sering disebut sebagai beban / pendapatan luar biasa)
Dengan pengelompokan tersebut maka laporan Rugi / Laba akan berbentuk laporan yang bertahap, dengan tahapan sbb.:
Senin, 29 Maret 2010
ciri khas koperasi
A. Pendahul uan
Kop erasi dikenal di Indonesia seba ga i salah satu pelaku ekonomi di samp ing BUMN dan swasta. Sebagal pelaku ekonomi, koperasi dihar apkan memb eri kontribusi yang cukup besar bagi pembangunan nasional. Pada kenyataannya peran kop erasi masih jauh dari apa yang diharapkan. Namun kenyataan itu hendaknya tidak menjadi halangan untuk men genal lebih mend alam mengenai kop erasi. Khusus bagi pemerhati atau mereka yang ingin t erl ibat leb ih jauh tentang koperasi, perlu mencermati ciri-ciri yang membedakannya dari dua pelaku ekonomi lain.
Ini akan menj adi suat u p embela jaran y an g ef ektif akan p entingny a hidup bekerjasa ma, t erut ama m ela lul koperasi.
B. Nal uri Ke rja l ama
Set iap manusia p ads dasamy a ingin beker jasam a. Sebaga i mahk luk sosial,
manusia d idoron g ol eh naluriny a unt uk berhubun gan den gan mahk luk sesamany a. Dan karena set iap manusia memilik i akal dan budi, maka ia se gera sadar akan ket erbat asanny a di dalam ruan g dan wakt u, sehingga ia m embut uhkan p ert olongan sesama unt uk bisa memp erit ahankan h idup . Seba gai mahkluk sosial, manusia ju ga memp uny ai kecenderun gan unt uk bergantung p ada masyarakat di sekitamy a, terlebih
dalam bidang ekonomi. Maka m enjad i suat u kewa jaran jik a hany a den gan jal an ker ja sama p ula manusia akan mamp u men gemb an gkan int elekt ualit as dan pot ensi
sp irit ualny a.
Dengan de mikian kerja sam a sudah dikenal sej ak dari p ermulaan sej arah hidup manusia. Kerj a sama merup akan koordinasi dar i day a-day a individua l me lalui usaha kelomp ok gun a mem enuhi k ebut uhan sosial maup un ekonom inya. Perusahaan dagan g, klub ol ahra ga, organisasi p rofesional, p art ai-part ai polit ik dan sejenisny a merup akan p erkump ulan-p erkump ulan socio cult ural at au reli gius diman a oran g dap at mengeksp resikan naluri kerjasam any a. Singkat ny a kerjasama dengan seman gat saling m embant u meman g d ap at dit emukan baik dal am pemikiran m aupun kehidup an manusia di manap un ju ga.
C. Corak-corak Ke rja S ama Tradi si onal
Sej arah t elah berhasi l merek am berbagai bent uk kerjasam a y ang tumbuh dalam banyak negara d an wakt u y ang berbed a-beda da lam ka it annya dengan kebut uhan orang-or an g dal am t ahap p erkembangan sosial ekonom i merek a masin g- masin g. Kerjasama dan p artisip asi masy arakat dalam p erist iwa-perist iwa sosial reli gius sep ert i
di dalam kel ahiran, p erkawinan, penderit a p eny akit , kemat ian dan p emakaman masih namp ak dengan je las dal am ad at ist iadat masy arakat p edesaan.
Pada masy arakat y ang masih p rimit if, p engump ulan makanan, berburu, menan gkap ikan masih merup akan k e giatan y ang komuna l. Di dala m masy arakat t ani
subsist em di p edesaan, maka kegi at an ekonomi berup a pembangunan rumah,
p embuat an jalan, p emet ikan hasil t anam ka la p anen, p engemba laan t ernak dan sebagainy a masih di lakukan se cara got on g roy ong oleh sek elompok rukun t et angga.
Malahan dalam k e giatan di masy arakat umum diken al beb erap a ist ilah unt uk bentuk kerja sam a got ong roy ong sep ert i map alus di Sulawesi Ut ara, subak di Ba li.
Pada abad p ert engah an Erop a, p ekerjaan membu at saluran air (dr aina ge) dan
membuat sist em irigasi d ilakuk an secar a koop erat if den gan na ma fruit iers di Per ancis,
z agudras di Serbia dan M ont enegro, ay llus di Peru, ejidos di Meksiko, fads di India, kesemuany a merupakan bent uk kerjasa ma p ert anian y ang di lakukan se cara t radision al
p ada abad-abad y ang lampau.
D. Ke rja sama menjadi Kope rasi
Sebe lum t umbuhny a ikl im ekono mi pasar (market econo mi), orang masih hidup dalam suasana ekonomi yang swasembada di masy arakat p edesaan. Keluarga t ani
y ang subsist em memp roduksi hasil t aninya sendiri melalui ker jasam a got ong roy ong.
Sel ama p anen t idak ga gal, m asyarakat akan t erus swasembada (di bidang pangan mereka). St andar kehidupan masy arakat masih rendah dan m ereka ber gant ung sep enuhny a kep ada kemurahan al am. T ap i dengan munculny a ekonom i p asar, orient asi y ang t adiny a sekedar memenuh i kebut uhan masy arakat setemp at diubah menjad i orient asi produksi y ang
diarahkan kep ada pasar di t ingkat nasional maup un int ernasional.
Ironisnya, sarana p roduksi dan dist ribusi hany a dikuasai oleh segelint ir oran g kay a saja. Melalui sist em ekonom i p emasaran in i bany ak masy arakat t ani didoron g ke arah sp esialisasi dan p embagian-pemba gian kerja. Sumber-sumber ala m dan manusia dimanfa at kan secara r asional y ang ke mudian d iimb an gi d en gan p emaka ian teknik-
t eknik efisien unt uk mencap ai p roduksi massal. Peningkat an p roduksi berart i ju ga menin gkat ny a kekay aan masy arakat dan negara. Hal ini kemud ian menjad i sebuah ironi ba gi p erkemban gan masy arakat . Seba ga i ba gian dar i perkembangan sist em kep it alis, maka sudah men jadi kewajar an dan hukum a lam diman a y ang mamp u bert ahan ada lah mer eka yan g m amp u men gu asai t eknolo gi, sedan gkan y an g t idak mamp u menj adi bagi an y ang t ersisih. L ahirl ah si kay a dan si m iskin y an g sem akin lama menj adi jur ang p emisah dal am m asyarakat .
Menjelang p ertengahan ab ad ke-19 mun cullah berba gai organ isasi buruh unt uk
menent an g ket idakad ilan y ang dilah irkan oleh sist em kap it alis ini. Serik at -serikat
buruh memberi corak kerj a sama dan n ilai t ersendiri. Namun sekelo mpok konsumen
di Inggris merasa bahwa mer eka b isa m enin gkat kan kerj a sama t radision al menj adi
kerja sama t erarah, sehin gga unt uk p ert ama kaliny a muncul sebuah kop erasi dalam bentuk y ang masih klasikal di kot a Rochdale. Sekelo mp ok konsumer, y ang merasa dirugikan ke mudian merint is t erbent ukny a koperasi konsumsi p ada t ahun 1844.
M ereka mendirikan p erkump ulan kop erasi ini unt uk dap at membel i baran g-b aran g kebut uhan merek a dan kemud ian menju alny a kep ada para an ggot a se cara langsun g, sehingga har ga d iharap kan jauh lebih murah.
E. Pol a Dasar Kope rasi se bagai Suatu Usaha
Sep ert i telah dike mukakan di at as, p ara konsumen y ang in gin m emperoleh b aran g dengan harga r elat if murah bersam a-sama me mbent uk kop erasi. Ada dua f akt or
ut ama y ang mendoron g konsumen miskin di kot a Ro chdale me mbent uk usaha kop erasi t ersebut , yait u:
a. Mut u barang y ang amat j elek di wakt u it u (misalnya gul a d an garam d ica mp uri
pasir, makanan kal en g bany ak y ang busuk dan seba gainy a)
b. Harga baran g y an g a mat t inggi y an g meny ebabkan si miskin h arus berhut ang t erus
menerus
Kebobrokan situasi y ang ada wakt u it u t elah memaksa mer eka unt uk bert indak lalu menc et uskan sebuah revolusi y ang sam a seka li t idak t erdu ga sebelumny a.
M ereka kemudian men emukan p rinsip -prinsip (Rochdal e Pri nci pl es) y ang menj adi
dasar p ergerak an kop erasi y ang sekaran g berkemban g ke seluruh dun ia.
Adap un p rinsip -p rinsip (p ola dasar) y ang mereka t emuk an it u adal ah seba ga i berikut :
a. Kep ada anggot a yang b erjasa d ibay arkan uan g j asa b. Bunga d ibat asi
c. Jual den gan h ar ga p asaran dan sel alu den gan pembay aran kont an
d. Perkemban gan t erus menerus
e. Peny elenggaraan sec ara de mokrat is, sat u anggot a, sat u suara t anpa p erwakilan suara
f. Keanggotaan t erbuka
g. Net ral dalam a gam a dan p olit ik
h. Pendidikan t erus menerus
Rabu, 30 September 2009
Qualifications and regulation in the field of accounting
Requirements to be included in the accounting profession is different in each country.
United States
In the United States, practicing accountants called Certified Public Accountant (CPA), Certified Internal Auditor (CIA) and Certified Management Accountant (CMA). The difference is the type of certification in terms of the types of services offered, although one person might have more than one certificate. In addition, many accounting work done by someone without a certification but under the supervision of a certified accountant.
CPA certification was issued in the state where the respective positions of a license to offer auditing services to the public, although most firms also menawakan accounting services, taxation, litigation support and other financial consultancy. Requirements to obtain CPA certification vary across states, but test the Uniform Certified Public Accountant is required in every state. Tests are created and reviewed by the American Institute of Certified Public Accountants.
CIA certification issued by the Institute of Internal Auditors (IIA), which is given to candidates who pass the exam in four parts. CIA mostly provides services to employers directly rather than to the public.
CMA certification granted by the Institute of Management Accountants (IMA), which is given to candidates who passed the four-part examination and meet certain practical experience IMA berdasarakan provisions. CMA mostly provides services to employers directly rather than to the public. CMA also offers his services to the public, but with a smaller scope than the CPA.
Bureau of Labor Statistics (Bureau of Labor Statistics) from the Department of Labor United States (United States Department of Labor) estimates there are about one million [4] people who worked as accountant and auditor in the United States.
British Commonwealth
In the UK, Canada, Australia British Commonwealth countries, is equivalent Certified Public Accountant (CPA) such as Chartered Accountant (CA - in the UK, British Commonwealth and some former British state, etc.), Chartered Certified Accountant (ACCA - UK), International Accountant ( AIA - UK), Certified Public Accountant (CPA - Ireland and Hong Kong), Certified General Accountant (CGA - Canada), and Certified Practising Accountant (CPA - Australia).
Canada
In Canada, there are three agencies that handle accounting: the Canadian Institute of Chartered Accountants (CA), the Certified General Accountants Association of Canada (CGA), and the Society of Management Accountants of Canada (CMA). CA and CGA was established by Act of Parliament in a row in 1902 and 1913 while the CMA was established in 1920.
CA program is focused into a public accountant and a candidate must have auditing experience from public accounting firm; CGA program provides the freedom for the candidate to choose a career in financial bidanga; CMA program focuses on management accounting. All three require each candidate to get a degree and practical experience before gaining certification.
Accounting History
Accounting as an art based on mathematical logic - now known as the "books in pairs" (double-entry bookkeeping) - has been understood in Italy since 1495 when Luca Pacioli (1445 to 1517), also known as the Friars (Fr) Luca dal Borgo, published his book on "books" in Venice. The first English-language book published in London known by John Gouge or Gough in 1543.
A compact book also displays the accounting instructions issued in 1588 by John Mellis of Southwark, in which he says, "I am but the renuer and reviver of an ancient old copie printed here in London the 14th of August 1543: collected, published, made, and set forth by one Hugh Oldcastle, Scholemaster, who, as appeareth by his Treatise, then taught Arithmetics, and this Booke in Saint Ollaves Parish in Marko Lane. " John Mellis refers to the fact that he accepted accounting principles to explain (which is a simple system of double entry / double entry) is "after the forme of Venice".
In the early 18 th century, the services of accountants based in London has been used for an investigation of a director of the South Sea Company, who was traded stock company. During this investigation, an accountant examine the books at least two of the company. Described in this report Sawbridge and Company, by Charles Snell, Writing Master and Accountant in Foster Lane, London. United States owes the concept of objective public accountant registered in England has memiiki Chartered Accountant in the 19th century.
Anuitas
Annuity is a series of acceptance or a fixed payment made periodically at a certain time period. An example is the interest received from bonds or a cash dividend of preferred stock.
There are two types of annuities:
1. Ordinary annuity (ordinary) is the annuity payment or acceptance that occurs at the end of the period, and
2. Annuity due (due) is the annuity the payment or receipt made in the beginning of the period.
Kamis, 27 Agustus 2009
APA ARTI HIDUP
Kita tidak minta untuk dilahirkan, dan kita pun tidak dapat menghindari kematian. Lalu suatu ketika, saat kita meninggal dan bertemu dengan Tuhan yang menciptakan kita, kira-kira Tuhan akan bertanya apa? Apakah Tuhan akan bertanya, “Mengapa kamu tidak menjadi seperti Paus Yohanes Paulus II atau Mother Theresa?”, Saya yakin tidak, dan pastinya tidak! Saya berpikir bahwa Tuhan akan bertanya,
“Mengapa kamu tidak menjadi kamu yang seutuhnya?”
Siapa yang tidak ingin ‘hidup’? Rupanya banyak orang yang tidak ingin hidup! Apa yang mereka tetapkan adalah sebuah imitasi yang semu dari kehidupan yang nyata. Mereka menghabiskan hidup mereka dengan sia-sia dan melihat tahun-tahun yang telah mereka lewati dengan penyesalan, dan mereka berkata, “Jika saja …” seperti, “Jika saja saya tidak salah mengambil jurusan, … pasti …” atau “jika saja ini, pasti itu tidak akan terjadi!” ya, beberapa alasan serupa yang menanyakan mengapa hidup mereka tidak menjadi kehidupan yang mereka inginkan!
Ada banyak orang dengan mudah menunda kehidupan, namun hal ini bukan berarti mereka tidak ingin hidup. Mereka berkata, “Nanti, kalau papa dan mama sudah sukses …” atau, “Nanti setelah kita melewati masalah ini …” ya, beberapa hal tentang masa depan yang tidak tentu terlihat mengambil alih kehidupan hari ini! Mungkin kita dapat memilih untuk menunda kehidupan sampai keadaan memungkinkan, tetapi itu berarti bahwa setiap hari sampai saat tersebut adalah hari-hari yang hilang di dalam kehidupan itu sendiri!
Ada beberapa orang yang meletakan hidupnya di tangan orang lain. Mereka melakukannya dengan banyak cara. Mereka mengizinkan orang lain mengambil keputusan tentang hidup mereka, orang tua, pasangan hidup, anak-anak kita, teman-teman, pimpinan, bahkan juga musuh kita.
Ada banyak orang juga menyalahkan orang lain untuk hidup yang mereka jalani. Ya, mungkin orang tua kita mengacaukan kita! Sekolah tempat kita belajar memaksa kita untuk mengambil jurusan yang salah! Perusahaan secara curang mengeluarkan kita dari promosi. Itu semua menggambarkan kesalahan dalam mengambil tanggung jawab pada kehidupan.
Beberapa orang menolak untuk hidup karena mereka memiliki ketakutan. Kematian adalah hal yang pasti, namun kehidupan mengandung resiko.
Beberapa orang yang lain menyia-nyiakan kehidupan karena ‘gangguan,’ dan ‘gangguan’ tersebut menahan mereka untuk fokus pada hal-hal yang utama, yaitu kehidupan itu sendiri. Mungkin terlihat sibuk dan beraktivitas, namun mereka sedang menyia-nyiakan kehidupan itu sendiri.
Ada beberapa orang yang akhirnya menyerah. Dengan beberapa alasan, mereka memutuskan untuk “tidak hidup!” Mungkin secara penampilan, mereka tetap melakukan aktivitas mereka seperti biasanya, namun diri mereka di dalam mati secara perlahan-lahan. Kegembiraan tidak terpancar, .. tetapi mereka belum berakhir, mereka seperti dikutuk untuk tetap ada di bumi tanpa kehidupan.
Mungkin salah satu menggambarkan kehidupan Anda??
SEBUAH PERTANYAAN: KENAPA SAYA ADA DI SINI?
Jadi kita ingin tahu apa arti hidup?
Kucing tidak merenungkan keberadaan mereka. Demikian juga monyet dan ikan lumba-lumba. Manusia sepertinya secara unik diganggu oleh pencarian akan arti hidup. Apakah ini merupakan salah satu petunjuk tentang arti hidup?
Kita berada di sini, sekarang ini, bukanlah kebetulan belaka! Kita ada di bumi, dan di Indonesia, dan di sini karena sebuah rancangan! Sebuah rancangan menyiratkan Sang Perancang.
Saya percaya bahwa ada Perancang Agung di balik alam semesta, dan juga di belakang kita! Pencarian yang tulus dan terus menerus, akan membawa diri kita kepada Tuhan.
Kita tidak mengarang misi hidup kita, kita harus menemukannya! Ketika kita memahami pandangan ini, hidup akan menjadi sebuah perjalanan untuk menemukan, ¾sebuah petualangan untuk masuk ke dalam ari dan misi dari kehidupan itu!
Inilah yang harus disadari:
1. Hidup memiliki tujuan, entah kita menyadarinya atau tidak!
2. Tuhan sedang bekerja di dalam tujuan hidup kita!
3. Tujuan hidup tidak selalu menjadi misteri, dan kita dapat menemukannya jika kita belajar untuk melihat hidup melalui ‘saringan’ yang dirancang untuk membantu kita ‘menghubungkan titik-titik’ dari misi hidup kita.
4. Penemuan tujuan hidup bukanlah proses linear, buku ini bak sebuah teka-teki silang. Di mulai dengan apa yang kita tahu, akan membantu kita menemukan petunjuk selanjutnya.
5. Tujuan hidup tidak statis dalam pengungkapannya dan cara bagaimana kita mengalaminya.
6. Proses menemukan tujuan hidup, bukan tentang menggabungkan satu set kata-kata dan kita menyebutnya (slogan) pernyataan misi hidup. Lebih penting punya misi hidup tanpa diucapkan, dari pada kita mengucapkan slogan tanpa benar-benar memiliki ‘jiwa’ dari misi itu.
Beberapa Petunjuk:
Kita memiliki beberapa petunjuk yang menunjukan misi hidup atau tujuan hidup. Dan inilah beberapa petunjuk itu:
1. Hasrat (Passion)
Hasrat tidak pernah kehilangan ‘seruannya,’ tidak masalah berapa besar uang yang kita keluarkan untuk itu. Hasrat dan gairah, membedakan orang dari penampilan luarnya. Orang yang memiliki hasrat akan berbeda dengan mereka yang terlibat di dalam pekerjaan atau aktivitas yang sama namun tanpa hasrat.
Giliran Anda:
1. Apa yang membuat jantung Anda berdegup keras?
2. Hal-hal apa yang membuat Anda merasa ‘berenergi’?
3. Hal-hal apa yang menarik perhatianmu?
2. Bakat (Talent)
Bakat akan memberi petunjuk penting untuk misi hidup kita! Perhatikanlah bakat kita dengan sungguh-sungguh, dan itu akan membantu kita menemukan misi hidup kita! Keseimbangan adalah dongeng!! Manusia tidak seimbang, terlebih lagi jika hal itu bicara tentang talenta!
Giliran Anda:
1. Kesuksesan apa yang kita raih akhir-akhir ini?
2. Menurut diri sendiri, Anda cakap di dalam bidang apa?
3. Menurut orang lain, Anda cakap di dalam bidang apa?
3. Kepribadian (Personality)
Kepribadian juga dapat memberi petunjuk penting untuk misi hidup kita!
Contoh:
Apakah Anda pemalu? Mungkin hal itu adalah petunjuk bahwa tujuan hidup kita berada di belakang panggung, bukan di dalam sorotan. Jika kita menikmati ketika membantu orang lain untuk sukses, maka mungkin misi hidup kita ada dalam keterlibatan kita sebagai pelatih atau pengajar.
4. Pengalaman (Experience)
Pengalaman juga merupakan petunjuk penting dalam pencarian misi hidup. Hidup bukanlah koleksi dari kejadian-kejadian acak, kesempatan yang kebetulan, atau kejadian yang saling tidak terhubung.
Kita ada di sini, karena Tuhan ingin kita ada di sini! Dia [Tuhan] ingin kita ada di sini sekarang. Kita juga tidak menentukan kita akan lahir dalam keluarga apa, etnis apa, atau kebudayaan apa. Apa yang kita lihat adalah campur tangan Tuhan yang kreatif dan pimpinan-Nya dalam hidup kita berdasarkan pada pengetahuan- Nya tentang apa yang menanti di depan kita.
Kamis, 16 Juli 2009
Analisa LAporan Keuangan
Akuntansi dilaksanaskan baik dalam perusahaan yang bertujuan mencari laba maupun dalam organisasi-organisasi yang tidak mencari laba. Salah satu penyebabnya adalah karena hal ini diharuskan oleh undang-undang. Namun demikina alas an utam mengapa akuntansi dilaksanakan dalam berbagai organisasi karena semakin rumitnya variable-variabel yang dihadapi para manajer walau didalam perusahaan kecil sekalipun. Keadaan ini mangakibatkan para manajer semakin tergantung pada proses akuntansi dimana transaksi-transaksi perusahaan diubah menjadi data statistik dan diringkas serta dilaporkan dalam laporan keuangan. Dengan demikian akuntansi merupakan suatu system informasi yang sangat diperlukan oleh perusahaan modern dewasa ini.
Dalam masyarakat terdapat pula orang-orang atau pihak-pihak diluar pengelola perusahan yang juga membutuhkan informasi keuangan untuk menilai prestasi kerja manajemen dan menilai penyertaannya dalam perusahaan. Calon investor memerlukan informasi keuangan untuk membandingkan berbagai kemungkinan penanaman modal. Kreditur (pemberi pinjaman) harus mepertimbangkan kemampuan keuangan permohon kredit.
Laporan keuangan adalah hasil dari proses akuntansi yang disebut siklus akuntansi. Laporan keuangan menunjukan posisi sumber daya yang dimiliki oleh perusahaan selama satu periode. Selain itu laporan keuangan menunjukan posisi sumber daya yang dimiliki oleh perusahaan selama satu periode. Selain itu, laporan keuangan juga menunjukan kinerja keuangan perusahaan yang ditunjukan dengan kemampuan perusahaan dalam menghasilkan pendapatan dengan sumber daya yang dimilik oleh perusahaan.
Analisis laporan keuangan seringkali juga memasukan aktivitas untuk membuat berbagai macam transformasi atas laporan keuangan. Jika analis hanya menganalisa item atau akun yang ada dalam laporan keuangan, maka analis kesulitan untuk menilai seberapa baik perusahaan beroperasi. Teknik analisi yang digunakan adalah analisis rasio dan analisis persentase yang memungkinkan untuk mengidentifikasikan, mengkaji dan merangkum hubungan-hubungan yang signifikan dari data keuangan perusahaan. Untuk mengevaluasi kinerja dan kondisi keuangan perusahaan, analis keuangan dan pemakai laporan keuangan harus melakukan analisis terhadap kesehatan perusahaan. Alat yang biasa digunakan adalah rasio keuangan. Dalam analisis rasio, ada dua jenis perbandingan yang digunakan yaitu perbandingan internal dan perbandingan eksternal. Perbandingan internal yanitu membandingkan rasio saat ini dengan rasio masa lalu dann rasio yang akan datang dari perusahaan yang sama. Jika rasio ini diurutkan dalam jangka waktu beberapa tahun atau periode, pemakai dapat melihat kecendrungan rasio keuangan, apakah mengalami penurunan atau peningkatan, yang menunjukan kinerja dan kondisi keuangan perusahaan. Sedangkan perbandingan eksternal adalah membandingkan rasio keuangan perusahaan dangan rasio perusahaan lain yang sejenis atau dengan rata-rata industri pada titik yang sama. Perbandingan ini merupakan pemahaman yang mendalam tentang kondisi dan kinerja perusahaan relatif dan membantu mengidentifikasi penyimpangan dari rata-rata atau standar industri. ambil analisa laporan keuangan
Jumat, 10 Juli 2009
Kisi-kisi OSN Ekonomi 2009
banyak cara ataupun jalan untuk menuju kesuksesan dalam berkompetisi, tetapi akan dipermudah jika kita mendaatkan kisi kisi dalam suatu ujian...berikut ini adalh kisi-kisi OSN ekonomi 2009 anda bisa ambil aja Kisi-kisi ekonomi OSN Ekonomi 2009
selamat mencoba
Tujangan Sertifikasi
Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 Tentang Sistem Pendidikan Nasional dan Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen menyatakan bahwa guru sebagai pendidik merupakan tenaga profesional. Pengakuan kedudukan guru sebagai tenaga profesional dibuktikan dengan sertifikat profesi pendidik yang diperoleh melalui sertifikasi dan bagi guru yang telah mendapat sertifikat pendidik akan diberikan tunjangan profesi yang besarnya setara dengan satu kali gaji pokok.
Dalam Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen pasal 35 ayat (2) dinyatakan bahwa beban kerja guru mengajar sekurang-kurangnya 24 jam dan sebanyak-banyaknya 40 jam tatap muka per minggu. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 18 Tahun 2007 Tentang Sertifikasi Bagi Guru Dalam Jabatan mengamanatkan bahwa guru yang telah memperoleh sertifikat pendidik, nomor registrasi, dan telah memenuhi beban kerja mengajar minimal 24 jam tatap muka per minggu memperoleh tunjangan profesi sebesar satu kali gaji pokok. Tidak semua guru berada pada kondisi ideal dengan beban mengajar minimal 24 jam tatap muka per minggu . Oleh karena itu diperlukan suatu panduan penghitungan beban kerja bagi guru dalam pemenuhan wajib mengajar minimal 24 jam per minggu agar guru yang telah memiliki sertifikat pendidik memperoleh haknya, yaitu tunjangan profesi.
Terus bagaimana saya sudah dinyatakan lulus sertifikasi tetapi jam tatap muka saya dalam satu minggu kurang dari 24 ? keluhan seperti ini sering kita dengar bukan?
Jangan panik dulu mungkin sekolah Bapak/Ibu belum menggunakan pedoman penghitungan beban kerja guru yang dikeluarkan oleh PMPTK tahun 2008, sehingga pengertian tatap muka dianggap sama dengan jumlah jam kita mengajar dalam satu minggu, sehingga sulit dipenuhi apalagi sekolah Bapak/Ibu jenjang SMP atau SMA.
Di dalam pedoman penghitungan beban kerja guru diatur antara lain:
Uraian Tugas Guru
1. Merencanakan Pembelajaran
Kegiatan penyusunan RPP ini diperkirakan berlangsung selama 2 (dua) minggu atau 12 hari kerja. Kegiatan ini dapat diperhitungkan sebagai kegiatan tatap muka setara dengan ekuivalensi 2 jam per minggu
2. Melaksanakan Pembelajaran.
a. Kegiatan awal tatap muka dihitung ekuivalensi 2 jam per minggu
b. Kegiatan Tatap muka, yang sesuai jadwal pelajaran, tatap mukanya dikalikan dengan jumlah kelas yang diajar
c. Membuat resume dihitung ekuivalensi 2 jam per minggu
3. Menilai hasil pembelajaran
a. Penilaian dengan tes, tidak dianggap sebagai tatap muka
b. Penilaian non tes, berupa pengamatan dan pengukuran sikap dihitung ekuivalensi 2 jam per minggu (semua guru)
c. Penilaian tes berupa penilaian karya dihitung ekuivalensi 2 jam per minggu (Mata Pelajaran tertentu)
4. Membimbing dan melatih peserta didik pada kegiatan ekstrakurikuler dihitung ekuivalensi 2 jam per minggu
5. Tugas Tambahan guru:
a. Kepala sekolah dihitung ekuivalensi 18 jam per minggu
b. Wakasek, Kepala perpus, Kepala lab, Ketua jurusan program keahlian, kepala bengkel, pemimpin praktek kerja industri, kepala unit produksi dihitung ekuivalensi 12 jam per minggu.
Kalau masih kurang bisa menggunakan alternatif pemenuhan:
1. Mengajar pada sekolah lain
2. Melaksanakan team teaching yaitu satu kelompok belajar untuk satu mata pelajaran diampu oleh lebih satu orang guru
3. Melaksanakan pengayaan dan remidi khusus
Semoga tidak jadi semakin bingung, bila itu terjadi silahkan baca sendiri file aslinya
Jumat, 29 Mei 2009
soal latihan (matter of practice )
matter of practice
Choose the most appropriate answers. Working on the answer sheet that has been provided, one with black letters that you most true! NOT PERMITTED USE calculator
1. Terms of delivery with the cost of shipping goods from warehouse to warehouse to the seller by the buyer by the buyer is called ....
A.FOB Destination point D. CIF
B.FOB Shipping point E. Free on Quay
C.Free on rail
ambil aja soal latihannya
informasi
buat teman-teman kelas XI sosial yang mau latihan soal akuntansi, silahkan ambil lewat soal akun pilih soal latihan ... silahkan mencoba
make friends social class XI who want to practice accounting problems, please take the matter of account select the training problem ... please try
Rabu, 06 Mei 2009
WHY Men lie
One day, when trees are cut down, a lumberjack wood kapaknya lost due to falling river. Then he wept and prayed, so that the god appears. "Why are you crying?" The lumberjack wood while terisak told that the chopper as a source of income was the only one to fall river. Then god disappeared and appears to bring back the gold ax. "Is this your ax?" "No, god" Then the god appeared to bring back silver ax. "Is this your ax?" "No, god" Then the god issue an ax with the ugly grip of iron, wood and "Is this your ax?" "Yes, god, I correct this hatchet" "You people honestly, so I will give this third hatchet as a reward for your honesty" Men are very grateful and happy with the return. Several days later when the river ford, and his wife fell out. Again, the woodcutter wood weep and pray. Then the god appeared. "Why are you crying?" "My wife
the only one that I love to drop the river, god "Then the gods disappeared into the river and appears again with Jennifer Lopez" Is this your wife? "" Yes, god "Then the gods angry and said," You lie, where to go its your honesty ? "Men are trembling with fear and said," god, if I said earlier, the gods will bring back with Britney Spears, and if at that time I also said it does not, god will bring my wife back the original, and if I said that when so, god will give the third to be my wife. I am a poor man, god, I can not be beatify three wives .....
"Moral of the story: Men lie for the sake of happiness of others .....
Selasa, 05 Mei 2009
Jigsaw method
Jigsaw was developed and tested by Elliot Aronson and colleagues sejawatnya (Patnoe & Aronson, 1997). Using the Jigsaw, students in place to study in a heterogeneous team has five to six people. Many of the academic material presented to students in the form of text, and each student is responsible for learning a portion of the material.
For example, if the material is about tekstualnya Cooperative learning, a student in the team will be responsible to learn Stad, someone for Jigsaw, a Group for the Investigation (GI) (the investigation), and one or two other people will be the expert (expert) for basic research and the history of Cooperative learning. The members of the teams are different, but discuss the same topic (sometimes called expert group [group of experts]) met to learn and help each other in learning the topic. After the students return to the team and they teach something they have learned in the expert group to the other members in each team.
After a team meeting and discussion of origin, the students do the quiz individually to learn about the different materials.
Metode Jigsaw
Jigsaw (pating begijig tapi ra iso...heheeh bercanda lho) dikembangkan dan diuji oleh Elliot Aronson dan rekan-rekan sejawatnya (Aronson & Patnoe, 1997). Menggunakan Jigsaw, siswa-siswa di tempatkan ke dalam tim belajar heterogen beranggota lima sampai enam orang. Berbagai materi akademis disajikan kepada siswa dalam bentuk teks, dan setiap siswa bertanggung jawab untuk mempelajari satu porsi materinya.
Sebagai contoh, bila materi tekstualnya adalah tentang cooperative learning, seorang siswa di tim akan bertanggung jawab untuk mempelajari STAD, seseorang untuk Jigsaw, seorang untuk Group Investigation (GI) (investigasi kelompok), dan satu atau dua orang lainnya akan menjadi ahli (expert) untuk dasar penelitian dan sejarah cooperative learning. Para anggota dari tim-tim yang berbeda, tetapi membicarakan topik yang sama (kadang-kadang disebut expert group [kelompok ahli]) bertemu untuk belajar dan saling membantu dalam mempelajari topik tersebut. Setelah itu siswa kembali ke tim asalnya dan mengajarkan sesuatu yang telah mereka pelajari dalam expert group kepada anggota-anggota lain di timnya masing-masing.
Setelah pertemuan dan diskusi tim asal, siswa mengerjakan kuis secara individual tentang berbagai materi belajar.
