EARLY FROM EDUCATION AND GROWTH WITH EDUCATION

Jumat, 19 September 2008

Credit Union di Jawa

CU dan Perutusanku"
(Sumarwan, SJ)

Saudara-saudari yang terkasih, bahwa pada hari ini saya berdiri di hadapan
Anda semua, untuk berbicara tentang Credit Union merupakan suatu kejutan
tersendiri bagi saya. Saya tak pernah membayangkan diri akan menjadi seorang
promotor CU yang fanatik seperti sekarang.

Saya sudah mengenal Credit Union sejak 90-an. Waktu itu bruder-bruder Budi
Mulia merintis pendirian CU di desa saya Tengklik, Kedawung Jumapolo.
Setelah sekian tahun berdiri, pada 2006 CU bernama Ngudi Raharja itu
beranggotakan 1.397 orang dengan asset Rp 1,1 milyar lebih. Data ini saya
peroleh ketika saya mempersiapkan tahbisan tahun lalu. Saya heran juga, desa
sederhana seperti tempat saya dapat mengumpulkan dana sebesar itu. Sejak itu
saya yakin bahwa CU merupakan sarana tepat bagi rakyat miskin untuk
bersama-sama meningkatkan kesejahteraan. Ada keinginan pada diri saya untuk
meneliti dan tahu lebih banyak tentang kiprah CU ini. Sayang, saya tak punya
banyak kesempatan pulang ke desa. Ketika saya berangkat tugas di paroki Blok
Q ini, keinginan itu belum kesampaian.

Dan inilah yang saya katakan sebagai kejutan. Di Paroki Blok Q ini Tuhan
menjawab keinginan saya. Saya tidak hanya boleh tahu dan meneliti CU, tetapi
dipanggil Tuhan untuk ikut mengembangkannya.

Mengapa saya berani mengatakan bahwa saya dipanggil Tuhan untuk
mengembangkan CU di sini? Bagi saya pribadi, inti panggilan hidup sebagai
murid Yesus adalah ikut serta dalam misi pembebasan-Nya. Kata-kata Yesus
dalam Injil Lukas bab 4 selalu menjadi suluh bagi langkah pelayanan saya:

*"Roh Tuhan ada pada-Ku, oleh sebab Ia telah mengurapi Aku, untuk
menyampaikan kabar baik kepada orang-orang miskin; dan Ia telah mengutus Aku
untuk memberitakan pembebasan kepada orang-orang tawanan, dan penglihatan
bagi orang-orang buta, untuk membebaskan orang-orang tertindas, untuk
memberitakan tahun rahmat Tuhan telah datang." *(4:18-19)

Adalah indah merenungkan bagaimana Tuhan memberi kesempatan kepada saya
untuk terlibat, bagian per bagian, dalam karya pembebasan yang luas dan
luhur itu. Tiga tahun terakhir Tuhan memberi kesempatan kepada saya untuk
berjumpa dengan para korban pelanggaran HAM tahun 65, yaitu mereka yang
dibuang, disingkirkan dan dideskriminasi karena dituduh sebagai anggota PKI.
Mendengarkan mereka berkisah dan meneruskan kisah mereka, serta menemani
mereka memperjuangkan kebenaran dan keadilan, saya hayati sebagai
keterlibatan dalam perutusan Yesus *"membebaskan orang tertidas."*

Kini lewat keterlibatan dalam Credit Union, saya diberi kesempatan untuk
secara khusus ikut Yesus *"menyampaikan kabar baik kepada orang-orang miskin
dan memberitakan tahun rahmat Tuhan telah datang."*

Dalam kotbah hari pertama Novena Roh Kudus yang bertemanya "Roh Kudus
mendorong kita untuk meningkatkan kesejahteraan," saya sampaikan bahwa Allah
tidak menghendaki umatnya miskin dan *kere*. Ketika membebaskan bangsa
Israel dari perbudakan di Mesir, Allah menjanjikan tanah yang berlimpah susu
dan madu! (Kel 3:8) Tidakkah janji itu disampaikan kepada kita juga?

Ya, kini kita diingatkan lagi: Allah menghendaki umat-Nya – khususnya
umat-Nya yang miskin – hidup sejahtera dan dalam kelimpahan (Yoh 10:10).
Kini saatnya bagi kita untuk bersama-sama dengan Allah berusaha mewujudkan
kehendak-Nya itu. Di sini kita juga dapat meresapkan kata-kata luhur dalam
tradisi Islam, "Allah tidak akan mengubah nasib seseorang (suatu bangsa),
ketika orang (bangsa) itu tidak berusaha mengubahnya."

Credit Union adalah salah satu usaha kita, bersama-sama dengan Allah, untuk
mengubah nasib, mengupayakan agar kehendak Allah terlaksana, yakni supaya
umat-Nya sejahtera.

Credit Union memang hanyalah satu usaha dan salah satu sarana. Tapi jangan
anggap remeh usaha dan sarana ini. Pada berbagai kesempatan, saya sudah
bercerita tentang pesatnya perkembangan CU di Kalimantan. Hingga akhir tahun
lalu di sana sudah ada lebih dari 40 CU dengan total anggota lebih dari 400
ribu orang lebih (hampir sama dengan jumlah umat katolik KAJ (447 ribu orang
– data 2004)). Aset yang mereka kumpulkan dari anggota mencapai 2 trilyun
lebih; 1,7 trilyun lebih dipinjamkan kepada anggota sebagai modal untuk
meningkatan kesejahteraan.

CU macam inilah yang sedang kita rintis lagi di Paroki Blok Q lewat CU
Bererod Gratia (CUBG). Tujuannya, supaya kesejahteraan umat kita meningkat.
Anda ingin tahu potensi kekuatan CUBG? Pada akhir Maret ini anggotanya
'baru' 2.284 orang, tapi telah berhasil mengumpulkan asset Rp 18,1 milyar;
Rp 14,3 milyar di antaranya sudah dipinjam oleh anggota. Jumlah tersebut di
atas jumlah APP KAJ yang 'hanya' Rp 8 milyar. Bayangkan berapa dana yang
terkumpul dan dapat dimanfaatkan kalau semua orang Katolik KAJ menjadi
anggota CU!

Sekarang, secara khusus saya ingin menyapa Saudara-saudari yang berkeyakinan
iman bukan Kristen. Tadi saya sudah mencoba mencoba menjelaskan bagaimana
kami menghayati usaha kami ber-CU dalam kerangkan iman Kristiani. Saya yakin
Anda juga dapat melakukannya kerangka iman Anda pula. Namun yang pasti, CU
tetaplah wadah yang terbuka bagi siapa saja yang berkehendak baik dan ingin
sejahtera. Dan lewat CU justru kita ingin kita menjalin persaudaraan lintas
iman demi satu tujuan: kesejahteraan bersama.

Hidup Credit Union!

Tidak ada komentar: